MASRINAL, S.Pd Dt. Putiah Nan Tuo Kepala SMPN 2 Bukittinggi
Semenjak manusia hidup berkelompok, mereka memerlukan pengaturan kehidupan agar tidak saling berebutan dalam memenuhi kebutuhan mereka. Untuk itu salah seorang di antara anggota kelompok itu yang diperserahi dan bertindak sebagai pengatur atau yang menentukan tata cara hubungan antara manusia dalam kelompok tersebut , disinilah muncul yang dinamakan pemimpin.
Dalam masyarakat adat Minangkabau dikenal apa yang disebut dengan kaum (suku), dan setiap kaum itu dipimpin seorang penghulu (Datuk). Penghulu memimpin kaumnya dalam nilai-nilai dunia dan akhirat. Seorang pemimpin menurut Adat Minangkabau, adalah seseorang yang didahulukan selangkah ditinggikan seranting.
Menjadi penghulu adalah orang yang mempunyai budi yang dalam bicaro yang halui, artinyo orang yang jadi penghulu itu mestinya dipilih oleh kaumnya laki-laki dan perempuan yang telah baligh berakal, adalah orang yang berbudi pekerti sopan santun, ramah tamah, rendah hati. Karena dia akan menjadi tauladan oleh anak-kemenakan yang dipimpinnya
Begitu juga pemimpin di sekolah yang disebut degan kepala sekolah tentu juga tidak jauh berbeda dengan pemimpin pengulu menurut adat minangkabau yang harus dimiliki oleh seorang kepala sekolah untuk menjalankan amanah yang diberikan oleh pamarintah.
Kepala sekolah sebagai pemimpin lembaga pendidikan harus mampu melakukan manajemen kepemimpinannya dengan baik. Kesuksesan kepemimpinan kepala sekolah dalam aktivitasnya dipengaruhi oleh factor-faktor yang dapat menunjang untuk berhasilnya suatu kepemimpinan, oleh sebab itu suatu tujuan akan tercapai apabila terjadinya keharmonisan dalam hubungan atau interaksi yang baik antara atasan dengan bawahan, di samping dipengaruhi oleh latar belakang yang dimiliki pemimpin, seperti motivasi diri untuk berprestasi, kedewasaan dan keleluasaan dalam hubungan social dengan sikap-sikap hubungan manusiawi.
Tugas kepemimpinan kepala sekolah tersebut akan berhasil dengan baik apabila seorang kepala sekolah memahami akan tugas yang harus dilaksanaknya. Oleh sebab itu kepala sekolah akan tampak dalam proses di mana dia mampu mengarahkan, membimbing, mempengaruhi dan atau menguasai pikiran-pikiran, perasaan-perasaan atau tingkah laku orang lain. Untuk keberhasilan dalam pencapaian tujuan sekolah diperlukan kepemimpinan kepala sekolah yang profesional, di mana ia memahami akan tugas dan kewajibannya sebagai seorang pemimpin, serta melaksanakan peranannya sebagai seorang pemimpin.
Dalam masyarakat adat minangkbau dikenal apa yang disebut dengan kaum (suku), dan setiap kaum itu dipimpin seorang penghulu (Datuk). Penghulu memimpin kaumnya dalam nilai-nilai dunia dan akhirat. Seorang pemimpin menurut Adat Minangkabau, adalah seseorang yang didahulukan selangkah ditinggikan seranting, didahulukan selangkah jaraknya tungkai-tungkai, salompek ambualah tibo, tingginyo jambo-jamboan sarangguik jamboalah sampai, artinya jarak antaro nan dipimpin dengan yang memimpin hanyolah selangkah atau seranting.
Tujuannya adalah agar antara yang dipimpin dengan yang memimpin terjalin hubungan baik secara lahir atau secara batin, sehingga apabila ada persoalan kok karuah kadi janiahkan kok kusuik kadisalasaikan dapat terlaksana dengan baik. Dan sebaliknya jika pemimpin tersebut tersesat atau salah dalam bertindak dapat pula diingatkan oleh anak kemanakan, kok lupo-lupo maingekan takalok-kalok manjagokan. Dan pemimpin itu harus selalu bertindak adil. Meimbang samo barek, maukua samo panjang, kok mauji samo merah.
Diharapkan terjauh dari sifat-sifat, pangguntiang dalam lipatan, panuhuak kawan sairing, panahan jarek dimuko pintu, palakak kuciang di dapua, mako itulah yang dimaksud baju panghulu indak basaku kiri,kanan yaitu indak buliah KKN. Pemimpin itu harus babuek baik dan melarang babuek mungkar, kok bajalan, bajalanlah dinan luruih, kok kabakato bakatolah dinan bana, jikok tagak, tagaklah dinan data. Jikok bajalan indak lai luruih, bakato indal lai dinan bana, tagak indak lai dinan data, silahkan angku bagajua suruik banyak nan lain kagantinyo, baibaratkan bunyi buah pantun
Patitiah pamenan andai
Gurindam pamenan kato
Jadi pemimpin kok indak pandai
Kampuang kusuik nagari kan bi
Penghulu sewaktu akan diangkat atau akan dinobatkan jadi penghulu harus mengucapkan sumpah yang berbunyi, yaitu kateh indak ba pucuak kabawah indak ba urek dan ditangah-tangah digiriak kumbang. Artinya menurut Adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah adalah jika seorang pemimpin atau penghulu yang diangkat tadi tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik sesuai dengan apa yang semestinya, maka yang pertama putus hubungannya dengan Allah karena dia tidak mempertanggungjawabkan kempemimpinnya, yang kedua putus hubungan dengan masyarakat yang dia pimpin karena dia tidak dapat memenuhi harapan dari pada masyarakatnya sendiri, yang ketiga dia tidak dihargai oleh pemimpin lainnya dan tidak dibawa duduak samo randah dan tagak samo tinggi disebabkan dia tidak menjalankan tugasnya menurut mestinya.
Dalam pengertian adat minangkabau penghulu itu dibangsokan kepada tiga macam yaitu:
- Dibangsokan kapado syara’
Para alim ulama yang memimpin umat untuk kepentingan hidup dunia dan di akhirat menurut syara’, ia juga disebut sebagai penghulu. Menurt hadist Nabi Muhammad SAW berbunyi: Yang artinya “Orang-orang yang memimpin akan kaumnya untuk kepentingan di dunia dan akhirat, maka orang tersebut adalah penghulu.
- Dibangsokan kapado hindu sansekerta
Penghulu adalah semua pemimpin-pemimpin masyarakat dan negara, dari terendah sampai yang tertinggi, mereka disebut sebagai penghulu. Kedudukan penghulu ditiap nagari tidak sama. Ada nagari yang penghulunya mempunyai kedudukan yang setingkat dan sederjat, yang dalam pepatah adat disebutkan: Duduak samo randah tagak samo tinggi. Sebaliknya ada pula nagari yang kedudukan penghulunya bertingkat-tingkat, yang didalam pepatah adat disebut: Bajanjang naik batanggo turun.
- Dibangsokan kapado adat alam Minangkabau
Ialah urang nan dianjunag tinggi diamba gadang, nan tajadi dek kato mufakat, dalam lingkungan cupak adat, nan sapayung sapatagak. Dalam lingkungan soko turun temurun, pusako jawek bajawek. Yang berkewajiban memimpin anak-kemenakan dan masyarakat, manuruik alua nan luruih, manampuah jalan nan pasa, mamaliaharo harto pusako. Kusuik nan kamanyalasaikan, kok karuah nan kamanjaniahkan, takalok manjagokan, lupo maingekkan, panjang nan kamangarek, singkek nan kamauleh, senteng nan kamambilai. Penghulu itu adalah orang yang diangkat oleh ahli waris dalam kaumnya untuk menjabat gelar penghulu (soko) kaum tersebut dengan kata mufakat. Dan orang yang telah terpilih untuk menjabat pangkat penghulu di Mingkabau dipanggil Datuk, setelah memenuhi persyaratan menurut adat yang berlaku dalam daerah setempat, dan seluruh anggota kaum (ahli waris) serta orang lain mematuhi segala perintah, dan meninggalkan segala larangan yang telah dilarang oleh seorang penghulu.
Kayu gadang di tangah padang
Tampek balinduang kapanehan
Tampek bataduah kahujanan
Urek tampek baselo
Batangnyo tampek basanda
Pai tampek batanyo
Pulang tampek babarito
Biang nan akan manabuakkan
Gantian nan akan mamutuihkan
Tampek mangadu sasak jo sampik.
Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa pemimpin pada hakikatnya adalah seorang yang mempunyai kemampuan untuk memepengaruhi perilaku orang lain di dalam kerjanya dengan menggunakan kekuasaan. Dalam kegiatannya bahwa pemimpin memiliki kekuasaan untuk mengerahkan dan mempengaruhi bawahannya sehubungan dengan tugas-tugas yang harus dilaksanakan. Oleh karena itu kepemimpinan kepala sekolah sangatlah berpengaruh terhadap peningkatan kemajuansekolah di segalabidang. Dalam hubungan antara kepemimpinan kepala sekolah dan wargasekolahdapat di simpulkan sebagai berikut:
- Kompetensi kepalasekolah merupakan gambaran tentang apa yang seyogyanya dapat dilakukan seseorang kepalasekolahdalam melaksanakan pekerjaannya, baik berupa kegiatan, berperilaku maupun hasil yang dapat ditunjukkan.
- Kompetensi kepalasekolah terdiri dari kompetensimanejerial, kopetensi social, kopetensisupervii, kopetensikeperbadian, kopetensipropisional.
- Sejalan dengan tantangan kehidupan global, peran dan tanggung jawab kepalasekolah pada masa mendatang akan semakin kompleks, sehingga menuntut kepalasekolah untuk senantiasa melakukan berbagai peningkatan dan penyesuaian penguasaan kompetensinya.
- Kepala sekolah memiliki peranan yang strategis dalam rangka meningkatkan kompetensi guru, baik sebagai educator (pendidik), manajer, administrator, supervisor, leader (pemimpin), pencipta iklim kerja maupun sebagai wirausahawan.
- Seberapa jauh kepala sekolah dapat mengoptimalkan segenap peran yang diembannya, secara langsung maupun tidak langsung dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kompetensi guru, dan pada gilirannya dapat membawa efek terhadap peningkatan mutu pendidikan di sekolah.
Dalam masyarakat adat Minangkabau dikenal apa yang disebut dengan kaum (suku), dan setiap kaum itu dipimpin seorang penghulu (Datuk). Penghulu memimpin kaumnya dalam nilai-nilai dunia dan akhirat. Seorang pemimpin menurut Adat Minangkabau, adalah seseorang yang didahulukan selangkah ditinggikan seranting.artinynya seorang pengulu itu boleh dikatakan tidak terlalu jarak dengan kaumnya dalam urusan apa saja yang terjadi terhadap anak kemenakan maka dikatakan sebagai mamak atau pengulu anak dipangku kamanakan dibibing kok siang dijaliak jaliakan kok malam di danga dangakan urang kampuang di patengangkan.(**)






