METRO SUMBAR

Mati Hampir Dua Tahun, Konsumen Keluhkan Air PDAM Ka­bu­pa­ten Padangpariaman

1
×

Mati Hampir Dua Tahun, Konsumen Keluhkan Air PDAM Ka­bu­pa­ten Padangpariaman

Sebarkan artikel ini

PDG.PARIAMAN, METRO–Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Ka­bu­pa­ten Padangpariaman hing­ga tidak bisa mengalirkan air ke rumah rumah ma­syarakat. Akibatnya, hing­ga telah ratusan masya­rakat yang beralih ke su­mur bor, karena air alah kebutuhan hidup masya­rakat.  Akirman salah se­orang konsumen PDAM,  menyatakan, hingga air PD­AM tidak hidup hidup di rumahnya telah hampir dua tahun. Padahal, air PDAM kalau hidup selalu tepat waktu membayar tagihannya. Namun, se­karang air PDAM tidak hidup tentu apa yang akan dibayar.

“Kita berharap kepada Bupati Padangpariaman agar ada perubahan dalam persoalan air PDAM ini. Sebab, kita sangat membu­tuhkan air. Sekarang kita terpaksa mencari air untuk mandi ke tempat peman­dian umum dalam korong ini,” ujarnya.

Sekarang Bupati Pa­dang­pariaman Suhatri Bur, kemarin menghadiri acara pemaparan proposal pe­metaan jaringan pipa di­stri­busi oleh tim P3M Akar­tika Magelang di Kantor  Pusat Lubuk Alung PDAM Kabupaten Padang­paria­man.

Bupati Padang­paria­man mengatakan ber­bi­cara persoalan peme­taan jaringan pipa dsitri­busi tentu jelas yang akan diba­yarkan yakninya air, kemu­dian jika berhubungan de­ngan air sebagai karyawan PDAM hal yang paling diu­tamakan yakninya bagai­mana bisa mememenuhi kebutuhan konsumen, oleh sebab itu terkait pipa dis­tribusi tentu hal yang diu­tamakan yakninya jari­ngan pembagian air yang sampai ke konsumen dari bahan pengolahan.

Baca Juga  KPU Pessel Koordinasi ke BNN Provinsi Sumbar untuk Kesiapan Kesehatan Paslon

“Jika peningkatan PD­AM Padangpariaman men­jadi persero tentu tinggi harapan kita bagaiamana konsumen betul mera­sa­kan manfaat serta me­rasa nyaman terhadap pe­me­nuhan kebutuhan kon­su­men dan konsumen ter­se­but mau bertanggung­ja­wab  dan membayarkan kewajibannya, tentu untuk memenuhi hal tersebut perlu beberapa hal yang harus dilakukan untuk pe­ningkatan pelayanan ter­sebut,” ungkapnya

Ia berharap  agar Ka­bupaten Padangpariaman bisa mendapatkan jaringan distribusi tersebut, karena hingga saat ini  PDAM be­lum bisa berdiri sendiri, meningat PDAM masih berstatus subsidi sehingga saat ini hanya bisa membe­rikan hak dari pegawai PDAM.

Ini merupakan sebuah tantangan bagaiamana PDAM kedepannya men­da­patkan hasil,dan juga berkontribusi terhadap pendapatan daerah, ten­tunya langkah-langkah yang harus diambil selain pengajuan proposal juga harus adanya pemetaan pipa jaringan distribusi yang patut diganti.

Baca Juga  Bawaslu Gencar Lakukan Patroli Pengawasan Pada Masa Tenang Pemilu

Lebih telisik katanya, bagian mana yang bocor dan debit airnya tidak se­suai lagi, jaringan masuk ke konsumen diatas ternyata airnya dibawah  ini meru­pakan permasalahan yang perlu dikaji untuk peru­bahan PDAM kedepannya menjadi lebih baik lagi.

Dengan adanya niat baik dan MBM yang telah diraih  dan  setiap tahunnya juga telah  mendapatkan  sambungan untuk ma­sya­ra­kat berpenghasilan ren­dah  diatas seribu hingga tiga ribu, sehingga bagai­mana bisa menyem­pur­nakan dan meraih serta memanfaatkan apa yang ada di P3M Akartika Mage­lang. “Kami berharap agar dapat mengikuti pema­paran proposal pemetaan jaringan pipa distribusi oleh tim P3M Akartika Ma­ge­lang ini dengan serius, sehingga nantinya dapat memberikan perubahan terhadap PDAM Pa­dang­pariaman kedepan­nya,” tandasnya.

Terpisah Direktur P­DA­M Padangpariaman A­mi­nud­din mengakui air mati total di Kenagarian Parit­malintang. Disana butuh perbaikan sumber air un­tuk kelancaran air agar sampai ke rumah rumah masyarakat.” Kita se­ka­rang lagi usahakan agar sumber air dapat kita pe­r­baiki,” tambah­nya.(efa)