PADANG, METRO–Atlet marathon Sumatra Barat yang bakal berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, Hamdan Sayuti harus menanggung biaya sendiri untuk mempersiapkan diri menghadapi PON XX Papua medio Oktober 2021 mendatang. Sementara, jika mendulang emas kelak untuk mengharumkan panji-panji Sumbar di tingkat nasional.
Tidak tanggung-tanggung atlet marathon peringkat 4 Bali Marathon Internasional 2019 tersebut harus membawa mobil sendiri ke Pengalengan, Jawa Barat untuk menghemat biaya, karena sampai saat ini uang bulanan yang diterima Hamdan baru sekali dan itupun kurang dari yang seharusnya yaitu Rp2,7 juta. Sementara yang di –SK- kan oleh Ketua yang dulu berjumlah Rp4,3 juta perbulan.
Di PON Papua nanti peringkat 3 di Borobudur marathon ini menargetkan untuk naik podium, makanya atlet lulusan S2 UNP ini memilih berlatih di Pengalengan Jawa Barat. Selain tempat yang persentatif jauh hingar bingar perkotaan tempat latihanya pun lebih bagus.
“Saya memilih latihan di Pengalengan Jawa Barat karena tempat latihannya yang sangat persentatif dan jauh dari hingar bingarnya perkotaan dan udaranya pun sangat sejuk ditambah trek berstandar internasional, ” ujar Hamdan.
“Ini sudah masuk lima bulan, namun belum juga ada tanda-tanda uang bulanan cair, padahal biaya untuk mempersiapkan diri menghadapi PON XX di Papua sangat tinggi, untuk menghemat biaya saya bawa mobil sendiri ke pengalengan, ” ujar Hamdan melalui chat WA-nya, Kamis kemarin.
“Sebenarnya saya tidak pernah mempermasalahkan uang bulanan yang dianggarkan KONI Sumbar, karena selama ini saya latihan juga dengan biaya sendiri, namun kalau ada apa salahnya diberikan. Di PON nanti kita memperkuat Sumbar bukan atas nama diri sendiri, ” kata Hamdan peringkat 1 Jakarta Marathon.
Bahkan, untuk kebutuhan selama latihan mandiri di Pangalenga Jawa Barat ia membawa beras dengan menyetir mobil pribadinya. Tentu, ia sangat mengharapkan uang bulanan sejak Januari 2021 segera cair, sehingga membuat ia lebih nyaman untuk mengikuti latihan. (boy)






