PDG.PARIAMAN, METRO–Wakil Bupati Padangpariaman Rahmang memberikan apresiasi dan mengucapkan selamat kepada Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pariaman beserta Pengurus yang baru saja dilantik.
“Semoga para pengurus dapat mengemban amanah dengan baik dan menjalankan roda organisasi sesuai dengan
program yang telah ditetapkan melalui musyawarah dan aturan organisasi yang ada,” kata Wakil Bupati Padangpariaman Rahmang saat pelantikan pengurus HMI Cabang Pariaman, kemarin.
Wakil Bupati Rahmang menghadiri pelantikan HMI Cabang Pariaman periode 2020-2021 dengan tema merajut persatuan dalam bingkai keislaman dan keindonesiaan untuk umat dan bangsa didampingi Kepala OPD Kabupaten Padangpariaman dan lainnya.
Katanya, kepada pengurus lama ia juga mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan pengabdiannya dalam pembangunan daerah selama ini. Semoga hubungan dan kerjasama dengan Pemerintah yang sudah dilakukan selama ini, tetap berlanjut dan semakin ditingkatkan oleh pengurus yang baru.
Dia mengetahui bahwa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan suatu organisasi pengkaderan, dimana perjuangannya didasari oleh semangat intelektual, akademis dan aktivis dalam menempa para kadernya untuk menjadi calon pemimpin. Hal tersebut bisa kita lihat dari banyaknya tokoh-tokoh Nasional sampai kedaerah yang merupakan kader HMI.
Untuk itu setiap Anggota HMI harus dapat memperlihatkan jati dirinya sebagai organisasi pengkaderan yang memiliki integritas dan jiwa kepemimpinan. Anggota HMI jangan mau menjadi kuda tunggangan yang bisa dimanfaatkan oknum-oknum tertentu yang tidak bertanggung jawab.
Kemudian kepada pengurus HMI Cabang Pariaman yang baru, diharapkan dalam menjalankan roda organisasi HMI dapat bersinergi dengan Pemerintah Daerah. Banyak peran dan fungsi yang dapat dilakukan kader-kader HMI dalam Pembangunan Daerah.
Apalagi, pada saat sekarang dalam menghadapi Pademi Covid-19, Pemerintah Daerah tentu membutuhkan pemuda atau mahasiswa sebagai ujung tombak dalam mensosialisasikan, mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk menerapkan protocol Kesehatan dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi pelopor dalam pelaksanaan vaksinasi covid-19.
Sebagai Mahasiswa katanya, kader-kader HMI juga harus tetap melalukan sosial kotrol, memberikan solusi serta masukan kepada Pemerintah Daerah. Karena mahasiswa adalah kaum intelektual. Maka dengan tema yang di usung dalam pelantikan ini yaitu “Merajut Persatuan Dalam Bingkai Keislaman dan Keindonesiaan Untuk Umat dan Bangsa”. Maknanya adalah Kader-kader HMI harus dapat menjadi pelopor dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. Hal ini tentu melalui peningkatan kesadaran berbangsa dan bernegara.
Katanya, berbagai masalah yang berkaitan dengan kesadaran berbangsa dan bernegara perlu mendapat perhatian dan tanggung jawab bersama. Sehingga amanat pada UUD 1945 untuk menjaga dan memelihara Negara Kesatuan wilayah Republik Indonesia serta kesejahteraan rakyat dapat diwujudkan.
Hal yang dapat mengganggu kesadaran berbangsa dan bernegara bagi generasi muda yang perlu di cermati secara seksama adalah yaitu semakin tipisnya kesadaran dan kepekaan social.
Di samping itu juga banyak persoalan-persoalan masyarakat yang membutuhkan peranan generasi muda yaitu membantu memediasi masyarakat agar keluar dari himpitan masalah, baik itu masalah sosial, ekonomi dan politik, karena dengan terbantunya masyarakat dari semua lapisan keluar dari himpitan persoalan, maka bangsa ini tentunya menjadi bangsa yang kuat dan tidak dapat di intervensi oleh negara apapun, karena masyarakat itu sendiri yang harus disejahterakan dan jangan sampai mengalami penderitaan. Di situ pemuda dapat melakukan langkah konkrit dalam melakukan bela negara.
“Saya juga mengharapkan kader HMI dapat menjadi motor penggerak generasi muslim masa depan yang harus mampu menghadapi berbagai isu-isu yang menyudutkan kaum muslim. Dengan mempererat ukhuwah dan 11. memperkokoh rasa persatuan, diera abad milenial ini, ancaman terhadap eksistensi Islam muncul dari berbagai arah.Mari kita bergandengan tangan, ajak saudara dan keluarga kita untuk memperbaiki kualitas ke-Islam-an kita, sudah bukan lagi waktunya ber-Islam hanya karena keturunan,” tandasnya mengakhiri.(efa)





