BUKITTINGGI, METRO–Satu bulan proses lelang mobil wakaf keluarga Hj Irmawati telah selesai dilaksanakan Panitia Pembangunan Masjid Tablighiyah Garegeh. Terdapat tujuh orang peserta lelang dan berakhir, 10 Juni 2021 dengan nilai harganya Rp167 juta.
Panitia Pembangunan membuka harga mobil wakaf dengan nilai Rp125 juta, per 1 Syawal 1442 H. Kegiatan lelang pun berlangsung selama bulan Syawal.
“Yang mengikuti proses lelang terdiri dari tujuh orang tiga orang dari Padang, satu dari Payakumbuh dan tiga orang dari Bukittinggi,” ujar Dedi Fatria, Ketua Pembangunan Masjid Tablighiyah Garegeh.
Penawaran pertama Irsyad dari Payakumbuh dengan nilai Rp 141 juta. Sampai Rabu, 9 Juni 2021 penawaran tertinggi masih di angka Rp 153 juta. Pada penghujung lelang, Kamis (10/6) malam, penawaran lelang sangat sengit antara Dena Arianto dan Lulu dari Padang.
Ketua Panitia Lelang, Abdullah Salim, tidak menyangka ternyata malam terakhir lelang akan berlangsung dengan sengit. Pada pukul 23.00 WIB untuk menjaga transparansi panitia lelang mengambil inisiatif, mengundang peserta untuk lelang melalui whatsapp online, disaksikan beberapa panitia pembangunan dan pengurus masjid sebagai saksi.
Sekitar pukul 00.00 WIB, Dena Arianto dengan segala keikhlasan menyerahkan kewenangan kepada Lulu yang berdomisili di Padang dengan nagari asal juga dari Garegeh dengan angka penawaran terakhir senilai Rp167 juta.
Ketua Lelang, Abdullah Salim bersyukur amanah ini dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya. Tanpa ada halangan dan berjalan lancar. “Kami mengucapkan terimakasih kepada semua peserta yang telah mengikuti lelang mobil waqaf ini,” ujarnya.
Selanjutnya panitia akan mengundang Ibu Lulu untuk dapat hadir di Masjid Tablighiyah pada hari Jumat ini untuk serah terima mobil. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Hj Irmawati beserta keluarga besarnya yang telah mewakafkan mobilnya. Semoga menjadi amal jariyah bagi beliau. Dan menjadi berkah untuk yang memenangkan lelang ini,” jelas Salim. (pry)





