AIA PACAH, METRO–Banyaknya data kependudukan telah menimbulkan kerancuan dalam setiap pelaksanaan berbagai program. Diperlukan kesamaan dan kesatuan data agar pembangunan berjalan dengan maksimal dan tepat sasaran.
Untuk mewujudkan hal tersebut, saat ini Pemko Padang telah membentuk Forum Satu Data di Kota Padang yang dikoordinir oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Beppeda) Kota Padang. Jumat (11/6), di aula Bagindo Aziz Chan, Balaikota Padang, program Satu Data Kota Padang ini disosialisasikan pada semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Padang.
“Intinya ke depan, semua data tentang kependudukan Kota Padang adalah sama. Sehingga, tidak ada lagi terjadi perbedaan data serta ego sektoral pada setiap OPD,” sebut Kepala Bappeda Padang Yeni Yuliza.
Dalam kegiatan diseminasi informasi ini, hadir Asisten II Pemko Padang Endrizal, Kepala Badan Pusat Statistik Kota Padang dan Kepala Dinas Pertanahan Kota Padang.
Dikatakan Yeni, nantinya, satu data ini bakal dikelola di Forum Data dengan Bappeda sebagai koordinator. Semua OPD mengacu dan memakai data tersebut. “Ini adalah pengembangan dari program satu data Indonesia yang digagas di tingkat nasional,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Padang alfianto.
Asisten II Pemko Padang, Endrizal mengatakan, secara nasional, Presiden Joko Widodo sebelumnya menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia. Data yang tersedia dalam program satu data adalah data pangan, energi, infrastruktur, maritim, pendidikan, kesehatan, pendidikan, ekonomi, industri, pariwisata, hingga reformasi birokrasi dan lainnya. Semuanya akan mengacu pada satu data.
“Kita di Pemko Padang sudah lebih dahulu memulai program ini sejak dulunya dengan program Padang dalam angka,” kata Endrizal. (tin)






