METRO SUMBAR

Bupati Agam Audiensi dengan Pemerhati Kakao Sulawesi dan Jepang

0
×

Bupati Agam Audiensi dengan Pemerhati Kakao Sulawesi dan Jepang

Sebarkan artikel ini

Bupati Agam Andri War­man gelar audiensi dengan pemerhati komoditas kakao dari Sulawesi dan Jepang, di rumah dinas Bupati Agam, Rabu (9/6). Dalam hal ini, bupati didampingi beberapa pimpinan OPD, yang juga dihadiri anggota DPRD Sumbar, Rinaldi.

Sesuai tujuannya, audiensi dilakukan berkaitan dengan peningkatan kualitas atau mutu dan penjualan produk kakao di Kabupaten Agam. Pada per­temuan itu, pemerhati kakao dari Sulawesi dan Jepang me­nyatakan, bersedia membeli hasil perkebunan kakao petani Agam, dengan catatan mutu kakaonya sesuai standar yang mereka harapkan.

Mewujudkan hal itu, mereka ber­sedia membimbing petani ka­kao Agam, dengan cara mela­ku­kan pelatihan atau sekolah lapa­ngan.  Untuk menghasilkan kakao yang berkualitas, tentu butuh ilmu atau pengetahuan lebih dalam budidaya kakao itu sendiri.

Baca Juga  1.200 Anak Ikuti Prosesi Manasik Haji

Tawaran ini disambut baik Bupati Agam  Andri Warman. Bahkan ia mendukung apabila petani kakao dilatih dalam budi­daya kakao. “Kita sangat men­dukung tawaran pemerhati kakao ini, karena untuk men­dapatkan hasil maksimal dari berkebun kakao, tentu harus memiliki ilmu di bidang komoditi tersebut,” ujar bupati. Apalagi, katanya, tanah di Agam cukup subur, sehingga sangat baik untuk berkebun terutama komo­ditas kakao, meski baru bebe­rapa wilayah yang mengem­bangkan.

Sementara itu, Kadis Perta­nian Agam, Arief Restu me­nyebutkan, tindak lanjut dari pertemuan ini pihaknya akan coba melakukannya terhadap petani kakao di Nagari Sungai Batang dan Tanjuang Sani Ke­camatan Tanjung Raya. “Kita sudah berkoordinasi dengan wali jorong terkait untuk dapat mengkondisikannya, supaya kita bisa mendatangkan pemerhati kakao ini ke lokasi petani,” kata Arief. Ia mengatakan, wilayah yang menjadi sentra kakao di Kabupaten Agam adalah Keca­matan Tanjung Raya, Kamang Magek dan Palembayan.(pry)

Baca Juga  Kunjungi Tanahdatar, Kompas TV Diajak Ikut Promosikan Wisata Daerah