METRO SUMBAR

Istano Pagaruyung Gunakan e-Ticket

0
×

Istano Pagaruyung Gunakan e-Ticket

Sebarkan artikel ini

TANAHDATAR, METRO–Electronic ticket (e-tic­ket) sangat penting untuk mengetahui data real kun­jungan orang/wisatawan ke Istano Basa Paga­ru­yung dalam 6 bulan terakhir di tahun 2021 ini. Ini sangat dibutuhkan untuk meninjau dan melakukan evaluasi terkait dengan strategi pembangunan Tanah Da­tar ke depan.

Hal ini disampaikan Wa­bup Richi Aprian saat meninjau kesiapan e-ticket masuk Istano Basa Paga­ruyung, Selasa (8/6).

“Ke depan kita akan membuka objek-objek wi­sata yang baru di Tanah Datar, untuk itu kita harus memiliki data real kun­jungan wisatawan yang datang ke Tanah Datar salah satunya dari data kunjungan ke istano Basa Pagaruyung guna meng­hitung proyeksinya. Ja­ngan sampai nanti kita sudah membangun tetapi orang yang datang tidak ada, se­hingga uang kita terbuang percuma,” kata Richi.

Baca Juga  Pemkab Gelar Upacara Hari Pahlawan ke-80 dan Hari Kesehatan Nasional ke-61, Momentum Refleksi Perjuangan dan Pengabdian untuk Negeri

“Maka dari itu, dengan diaktifkannya gerbang ma­suk Istano Basa Pagaru­yung secara elektronik, nanti diharapkan akan di­peroleh data yang real kunjungan,” tambah Richi.

Dikatakannya bahwa e-ticket masuk Istano Basa Pagaruyung akan segera dilakukan dalam waktu de­kat ini. “Kita akan laksa­nakan penjualan tiket ma­suk Istano Basa Pagaru­yung secara elektronik pa­da tanggal 20 Juni nanti, karena lebih cepat pasti lebih baiik,” tambah Wa­bup.

Wabup juga menga­takan ke depan seluruh objek wisata yang ada di Kabupaten Tanah Datar juga akan menggunakan e-ticket, namun ini akan dila­kukan secara bertahap.

Sementara Kepala Di­nas Parpora Abdul Hakim di tempat yang sama men­jelaskan bahwa perubahan dari penjualan tiket biasa ke e-ticket sangat ber­manfaat untuk pemerintah daerah dan juga per­tang­gungjawaban kepada ma­sya­rakat. Karena secara teknis dengan meng­gu­nakan e-ticket akan lebih real data yang diperoleh dibandingkan ketika masih menggunakan tiket biasa.

Baca Juga  Peduli Pesantren, Kapolda Beri Bantuan Komputer, Kedatangan Fakhrizal Disambut Ribuan Santri

“Kalau menggunakan tiket biasa yang selama ini dipakai ada kemungkinan kesalahan seperti tiket anak-anak tetapi dijual kepada orang dewasa, se­hingga dari segi penda­patan akan berkurang. Kita tidak menuduh, namun kemungkinan kekhilafan itu terjadi pasti ada,” terang Abdul Hakim.

Sementara dari segi jumlah kunjungan menurut Abdul Hakim, data yang didapat sudah jelas, dihi­tung berdasarkan jumlah tiket yang terjual. Tetapi tidak tertutup kemung­kinan ada tamu yang ma­suk tanpa membeli tiket, sehingga ini akan mem­pengaruhi data real kun­jungan. (ant)