PADANG, METRO–Untuk lebih meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi anggota Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Telukbayur, khususnya Koperbam, dalam waktu dekat ini pengurus akan mempersiapkan 612 orang anggota dengan 62 Kepala Regu Kerja (KRK) anggota yang ikut program pedidikan dan latihan (Diklat) port Basic Safety and Security Training atau PBSST.
Sedangkan untuk anggota Koperbam Telukbayur program pemerintah ini wajib didukung dan harus dilalui setiap anggota TKBM yang ada di Indonesia. Ini mutlak dan harus dikuti para KRK. “Jika tidak maka KRK akan didepak, soalnya KRK lah ujung tombak organisasi di lapangan,” tegas Ketua Koperbam Telukbayur Chandra, didampingi Sekretaris Nursal Uce, M, SH, Bendahara Usman Z dan Ketua SPTI Paiman, saat rapat persiapan anggota Diklat kemarin.
Chandra yang dipercaya Inkop sebagai Wakil Ketua embidangi Sumber Daya Manusia (SDM) ini, sesuai dengan surat dari Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut No: KP402/10/20/BW/2021 tentang sertifikasi profesi bagi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) diharuskan mengikuti kegiatan tersebut dengan tujuan untuk meningkatkan skill (keahlian) dan kompetensi para buruh lepas atau Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) yang merupakan salah satu unsur SDM penunjang operasional pelabuhan.
“Kami berharap kegiatan ini bisa memberikan dampak positif bagi para pelaku TKBM serta menjadi Pilot Project untuk daerah lainnya. Semoga ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Sebagaimana kita ketahui TKBM atau pekerja yang bekerja di lingkungan pelabuhan sangat memerlukan pelatihan dan pemahaman tentang pentingnya keselamatan dan keamanan guna mendukung kelancaran kegiatan serta peningkatan keselamatan para pekerja di pelabuhan,” jelasnya.
“Kita berharap setelah mengikuti diklat ini, para peserta TKBM dapat meningkatkan sikap, pengetahuan akan pentingnya keamanan dan keselamatan kerja di pelabuhan serta keterampilan dalam bekerja. Dan juga meningkatkan profesionalisme,” tambah Chandra.
Lebihjauhn disebutkan Chandra, bahwa psca Diklat PBSST ini nantinya, anggota TKBM Koperbgam Telukbayur akan diarahkan dan dipersiapkan dalam rangka mengikuti Uji Kompetensi mengenai keahliannya sebagai pekerja bongkar muat di pelabuhan melalui Lembaga Sertifikasi Profesi yang berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi atau BNSP. Setelah mengikuti uji kompetensi, nantinya para TKBM akan mengantongi sertifikat profesi demi mendapatkan Standar Kompetensi Kerja Nsional (SKKN) Indonesia.
“Peserta TKBM yang ikut Diklat ini nantinya dilatih secara khusus oleh para pelatih profesional dari Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Laut (BP2TL) Kementrian Peruhubungan RI di Jakarta dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.
Nah, sebut Koordinator SDM Wilayah Sumatera ini, sebagai persiapan untuk TKBM Koperbam, mulai hari ini Kamis (10/6)l, kita sudah membuka pendaftaran dengan syarat, memiliki ijazah terakhir SMA, jika lansia namun memiliki potensi mereka akan dibekali surat keteranag dokter. “Jadi program ini sangat dibutuhkan sekali demi meningkatkan profesiionalisme anggota Koperbam.
Mengenai soal biaya diklat, menurut aturan tiap peserta dibebankan sebanyak Rp2,5 juta, namun setekah kita sepakati maka peserta hanya membayar Rp1 juta dan Rp1,5 juta lagi kita subsidi.
Tapi pada hari ini Kamis (10/6), seluruh pengurus TKBM akan melakukan telekonferen tentang soal biaya yang begitu tinggi. “Insyaallah melalui telekonferensi ini nantinya pihakpanitia bisa menekan biaya seminim mungkin lagi. Mudah muahan berhasil,”sebut Chandra. (ped)





