AGUS SALIM, METRO–Binaragawan andalan Sumbar di PON XX Papua, Iwan Samurai sangat bangga bahkan terharu menjadi atlet yang pertama mendapat kunjungan oleh Ketua Umum KONI Sumbar terpilih, H. Agus Suardi saat berlatih.
Iwan dikunjungi Abien (sapaan Agus Suardi-red) pada Senin (7/6) siang. Abien didampingi staf khusus KONI Sumbar, Fajrin serta beberapa pengurus diantaranya, Kabid Humas dan IT, Rakhmatul Akbar dan anggotanya serta Mia Maharani anggota Bidang Perencanaan dan Anggaran KONI Sumbar.
”Jujur, saya terharu dan bangga. Hari ini dikunjungi oleh Pak Abien. Apalagi saya dengar kunjungan atlet ini yang pertama pula sejak diterbitkannya SK KONI Sumbar oleh KONI Pusat,” tutur Iwan Samurai.
Pada kesempatan itu, binaragawan peraih medali emas dua beruntun PON (PON Riau 2021 dan PON Jabar 2016) itu tetap optimistis bisa pertahankan emasnya itu. “Kalau di binaraga yang menjadi lawan itu diri kita sendiri. Artinya, kita harus persiapkan diri dengan matang dan tidak kalah sebelum bertanding,” ungkap Iwan.
Abien mengakui kunjungan pertamanya ke atlet yang berlatih memang ke Iwan Samurai itu. “Ya, ini kunjungan peetama saya setelah diterbitkannya SK KONI. Setelah ini menyusul cabor-cabor lainnya,” ujar Abien.
Dikatakan Abien, soal pencairan dana untuk hak atlet Pelatprov diminta bersabar. “Saya minta atlet dan pelatih bersabar, saat ini dalam proses,” ungkap Abien. Sementara itu, Abien juga mendatangi atlet binaragawan lainnya, yaitu Diding Grimon. Kedatangan Abien disambut hangat oleh Diding dilokasi latihannya.
Ia mengatakan akan selalu mempersiapkan diri untuk berlaga di PON Papua nantinya. “Meskipun keterbatasan anggaran, namun saya tetap mempersiapkan diri untuk PON,” ujarnya.
”Target saya tentu emas, dengan itu tentu saya butuh nutrisi dan vitamin yang banyak agar menjaga badan saya,” katanya. Menyangkut peta persaingan di kelas 80 kg secara nasional, Diding mengatakan peluang sama besar. Tinggal bagaimana persiapan masing-masing atlet yang bakal bersaing.
”Dari peta saat ini, semua lawan memiliki kans yang sama. Namun dengan keseriusan dan perhatian semua pihak, saya yakin memperoleh medali emas. Saat ini saya hanya terkendala, nutrisi. Tiga bulan sebelum bertanding harus maksimal terutama nutrisi saat latihan,” cetusnya.
Untuk kebutuhan protein, setiap hari Diding membutuhkan 20 kg daging meliputi ikan, ayam dan dan daging merah. “Binaraga itu amunisinya pasokan makanan. Kalau tidak, otot tidak berkembang,” tambahnya.
Ketua KONI Sumbar Agus Suardi mengaku paham dengan kondisi dan situasi yang serba keterbatasan yang dihadapi atlet saat ini. Ia berharap ke depan pihaknya bisa memaksimalkan peran dari pihak ketiga seperti “bapak” angkat yang mampu membantu memenuhi kebutuhan atlet.
”Kita akan maksimalkan Peran “bapak” angkat. Sejauh ini sudah ada yang menyatakan siap membantu,” pungkas Abien. (heu)






