DUBAI, METRO– Pelatih Timnas Vietnam, Park Hang-seo menyinggung revolusi besar-besaran Timnas Indonesia polesan Shin Tae-yong. Komposisi pemain tim berjuluka
n Skuad Garuda itu disebutnya berubah secara drastis daripada sebelumnya.
Vietnam terakhir kali melawan Timnas Indonesia pada pada leg pertama Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, 15 Oktober 2019 lalu, yang berakhir 3-1 untuk kemenangan armada Park Hang-seo.
Park Hang seoKetika itu, Timnas Indonesia masih dilatih Simon McMenemy dan menelan lima kekalahan beruntun di Kualifikasi Piala Dunia 2022. Kedua tim akan kembali berhadapan pada leg kedua di Al Maktoum Stadium, Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) pada Senin (7/6).
“Kami akan berhadapan dengan Timnas Indonesia. Ketimbang dengan line-up di leg pertama, mereka telah banyak berubah,” kata Park Hang-seo dinukil dari media Vietnam, Bongdaplus.
“Mereka memiliki pelatih baru dan pemain baru. Timnas Indonesia hanya mempertahankan satu pemain dari skuad pada leg pertama. Sebelumnya, mereka juga ada pemain naturalisasi, sekarang tidak ada,” tutur pelatih asal Korea Selatan itu.
Satu pemain yang dimaksud Park Hang-seo itu adalah Evan Dimas Darmono. Gelandang berusia 26 tahun itu menjadi satu-satunya yang tersisa dari era Simon McMenemy di Timnas Indonesia saat ini. Selain itu, Timnas Indonesia era Shin Tae-yong juga nihil pemain naturalisasi. Sebelumnya, Skuad Garuda rezim Simon McMenemy dibanjiri pemain naturalisasi semodel Alberto Goncalves, Stefano Lilipaly hingga Otavio Dutra.
Park Hang-seo juga menaruh atensi besar terhadap keberanian Shin Tae-yong yang merombak wajah Timnas Indonesia. Saat ini, materi pemain Skuad Garuda terlihat lebih segar karena dihuni oleh banyak pemain muda.
“Mayoritas pemain Timnas Indonesia saat ini berasal dari SEA Games 2019, sekitar tujuh orang. Sekitar 7-8 pemain juga masih bisa bermain di SEA Games 2021. Menurut saya, ini adalah tim muda dengan semangat juang,” ujar Park Hang-seo.
“Di bawah arahan Shin Tae-yong, Timnas Indonesia bermain dinamis, penuh tekad, menjaga keseimbangan dan bertahan dengan baik,” ujar pelatih berusia 63 tahun itu. (*/boy)





