METRO PESISIR

Pernikahan Dini Pengaruhi Psikologi Rumah Tangga

2
×

Pernikahan Dini Pengaruhi Psikologi Rumah Tangga

Sebarkan artikel ini
HASIL KERAJINAN— Bupati Padangpariaman Suhatri Bur saat acara sosialisasi dan melihat hasil kerajinan para anggota PKK.

PDG.PARIAMAN, METRO–Bupati Padang­paria­man Suhatri Bur, kemarin, membuka kegiatan sosia­lisasi dan penyuluhan dam­pak pernikahan dini ter­hadap perkembangan psi­ko­logi dan keharmonisan rumah tangga (RT) di Na­gari Sikabu, Kecamatan  Lubuk Alung.

“Pernikahan dini bukan hanya tentang anaknya, akan tetapi juga meli­batkan orangtua mereka masing-masing, dimana orangtua bertanggung jawab penuh dalam menjaga dan men­didik anak-anak mereka dalam rumah tangganya,” kata Bupati Padang­paria­man Suhatri Bur, kemarin.

Katanya, pernikahan dini umumnya terjadi pada keluarga dengan ekonomi menengah kebawah, dan keluarga yg kurangnya pendidikan, seperti di da­erah pelosok.

Baca Juga  Buat Antrean Khusus Lansia, Disdukcapil Tingkatkan Kualitas Pelayanan

Kegiatan yang dibuka oleh Bupati Padang­paria­man Suhatri Bur mengun­dang Kepala Pengadilan Agama Pariaman kelas I.B Dra. Hj. Lelita, SH, M.Hum sebagai narasumber yang memberikan materi me­nge­nai dampak pernikahan dini.

Saat itu juga dihadiri Ketua TP-PKK dan pe­ngu­rus PKK Kabupaten Pa­dang­pariaman Yusrita juga menghimbau agar lebih giat lagi untuk menso­siali­sasikan tentang dampak pernikahan dini dalam ling­kungan masyarakat.

Hal ini di karenakan banyaknya kasus yang te­lah dijumpai dalam masya­rakat kita saat ini. Selain itu peningkatan pendidikan agama juga diperlukan dalam mensukseskan program ini.

Baca Juga  Sandiaga Semangat Majukan Ekonomi Kreatif Daerah 

Pernikahan dini bukan hanya tentang anaknya, akan tetapi juga melibat­kan orangtua mereka masing-masing, dimana orangtua bertanggung jawab penuh dalam menjaga dan men­didik anak-anak mereka dalam rumah tangganya.

“Pernikahan dini u­mum­nya terjadi pada keluarga dengan ekonomi mene­ngah kebawah, dan ke­luarga yg kurangnya pen­didikan, seperti di daerah pelosok,” tambahnya me­ng­akhiri. (efa)