SOLOK, METRO–Wali Kota Solok Zul Elfian menyoroti pelaksanaan isolasi mandiri yang dilakukan terhadap pasien positif di kediamannya masing-masing. Sebab faktor tersebut berpotensi besar dalam penyebaran Covid 19.
“Kita mengkhawatirkan pelaksanaan isolasi mandiri pasien Covid-19, hal tersebut akan berpotensi besar menular ke anggota keluarga yang lainnya,” ungkap Zul Elfian, kemarin.
Untuk kasus Covid-19 di Kota Solok tetlihat menunjukkan grafik peningkatan. Setiap hari selalu ada tambahan kasus positif baru, kendati jumlahnya masih sangat fluktuatif. Perlu evakuasi penanganan Covid-19 di Kota Solok.
Dalam rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kota Solok, yang dihadiri langsung Wako Solok, H. Zul Elfian, mengatakan, meskipun Kota Solok saat ini masih dalam zona orange atau daerah dengan resiko sedang, namun bila pola penanganan Covid-19 kurang tepat maka penyebaran Covid-19 berpotensi untuk meluas.
“Tentunya kita bersama berharap Kota Solok kembali masuk zona hijau atau daerah bersih dari Corona, hal ini tentu perlu dukungan bersama dari semua pihak, terutama masyarakat,” papar Zul Elfian.
Sementara itu, Dandim 0309/Solok, Letkol (Arm) Reno Triambodo menyarankan, untuk dilakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat berbasis mikro (PPKM Mikro) untuk menahan laju penyebaran Covid-19.
“Pada PPKM berbasis mikro, ada ketentuan pembentukan posko penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan dalam rangka pengendalian Covid-19,” terang Dandim.
Namun sebelum dilakukan penerapan, katanya, masyarakat juga butuh edukasi tentang PPKM Mikro tersebut agar tidak terkejut dan nantinya akan lebih memudahkan dalam pelaksanaannya. “Jika ini diterapkan akan membantu pemerintah dalam menekan penyebaran covid-19 karena sudah mulai dari tingkat terendah telah dilakukan pembatasan kegiatan,” kata Dandim. (vko)





