SAWAHLUNTO, METRO–Berbagai tanggapan terkait kasus tenggelamnya 5 orang korban di Danau Tandikek Camping Ground Kandih. Kali ini datan dari, Anggota DPRD Provinsi Rico Alviano dari partai PKB yang cukup berduka cita akibat musibah ini. Menurutnya, peristiwa ini harus diusut tuntas untuk mengetahui pasti penyebab musibah itu kenepa sampai menelan korban jiwa.
“Di sini kita sangat mendukung untuk diusut tuntas mengenai objek wisata danau Tandikek camping ground di Kota Sawahlunto karena sudah memakan korban dan kabar dari keluarga korban yang mengatakan bahwa mereka dipungut biaya masuk, namun karcis tidak diberikan. Padahal saat keluarga dan korban masuk sudah melewati batas waktu kunjungan. Ini juga menjadi pembahasan dan perhatian saat ini di DPRD Sumbar kenapa pihak pengelola bisa mengizinkan pengunjung masuk di luar waktu berkunjung,” kata Rico Alviano, anggota DPRD Propinsi Sumbar asal Kota Sawahlunto ini, Jumat (28/5).
Dia menambahkan, bahwa harus ada tanggung jawab dari pihak pengelola sebab pengunjung membayar biaya masuk meski tidak diberikan karcis. Sementara anggota DPRD Sawahlunto Dasrial Ery dari partai PDIP sangat menyayangkan, peristiwa ini sampai terjadi. Menurutnya DPRD Sawahlunto sebagai Pengawas sudah sering mengingatkan kepada pemerintah Kota Sawahlunto untuk memenuhi standarisasi pengelolaan objek wisata.
“Setiap objek wisata harus ada posko kesehatan sebagai penangan pertama bila terjadi kecelakaan pada waktu berwisata, harus ada safety seperti adanya petugas keamanan dan satpol PP yang bertugas dan disiplin pengelola. Disini yang terlihat terjadinya kelalaian dari pihak pengelola dimana bisa pengunjung masuk diluar batas waktu berkunjung dan membayar pula,” jelas Dasrial.
Dasrial menambahkan, kasus ini harus diinvestigasi menyeluruh kepada pihak yang bertanggung jawab dalam hal ini pihak pengelola, OPD terkait dan pemerintah kota. Pertanyaannya selain kelalaian tersebut juga apakah objek wisata ini diperhatikan pemeliharaan fasilitas dan sarana yang ada. Dia juga mengatakan nanti kedepannya pihak DPRD juga akan melakukan pertemuan dengan pemerintah kota terkait objek wisata yang ada di Sawahlunto, apalagi sampai ada 5 orang korban jiwa.
“Kami juga menginginkan agar secepatnya pihak pemko berkerjasama dengan pihak berwajib dalam hal ini Polres Sawahlunto untuk mengusut tuntas kesalahan kontruksi dan kelalaian dalam disiplin pengelolaan objek wisata yang tidak dipenuhi oleh pihak pengelola,” ujar Dasrial.
Kapolres Sawahlunto AKBP Junaidi Nur, Jumat (28/5) mengungkapkan mengenai kesiapan anggotanya dari awal timbulnya kasus tenggelamnya 5 orang di Danau Tandikek ini.
“Sebenarnya kami dari awal sudah menyelidiki kasus ini, namun untuk saat ini belum bisa disebutkan hasilnya. Karena masih proses penyelidikan. Dan pihak Polres pun akan mendatangkan saksi-saksi ahli untuk membuktikan mengenai runtuhnya dermaga. Juga kami masih mengumpulkan keterangan saksi mengenai sebab akibat dari kelalaian pengelola objek wisata,” ujar Junaidi.
Ketika disinggung mengenai apakah ada unsur pidana dalam kasus tenggelamnya 5 orang warga Sawahlunto ini, Kapolres Sawahlunto AKBP Junaidi Nur belum bisa memberikan keterangan. (pin)






