AGAM/BUKITTINGGI

Sidak di Pasa Ateh Dewan Temukan Kejanggalan, Dinding Dijebol, 2 Toko jadi Satu

0
×

Sidak di Pasa Ateh Dewan Temukan Kejanggalan, Dinding Dijebol, 2 Toko jadi Satu

Sebarkan artikel ini
Jokowi Gelontorkan 292 Miliar Pasa Ateh Bukittinggi Kembali Beroperasi Pasca KlikPositif 180620093335

BUKITTINGGI, METRO
Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasa Ateh, anggota DPRD Bukittinggi menemukan kejanggalan terkait adanya toko yang dindingnya dijebol oknum pedagang. Hal ini karena pedagang bersangkutan memiliki dua atau tiga toko yang berdampingan.

Ketua Komisi II DPRD Bukittinggi Nofrizal Usra menjelaskan, terkait Pasa Ateh, ada temuan toko yang dijebol dengan satu pemilik. Jumlahnya, sekitar delapan petak yang dibobol menjadi empat toko.

“Kita akan minta penjelasan ke kepala dinas, terkait hal ini. Bagaiamana aturan dan kesepakatannya dengan pedagang,” jelas Nofrizal Usra saat dikonfirmasi sejumlah awak media di gedung DPRD Bukittinggi, Senin (29/3).

Baca Juga  Korpri Bukittinggi Utus 18 Kafilah di MTQ Sumbar

Kepala Dinas UKM, Koperasi dan Perdagangan Kota Bukittinggi, Muhammad Idris membenarkan, adanya pedagang yang melakukan pembobolan dinding tokonya. Sehingga pihak dinas telah memberikan surat peringatan kepada yang bersangkutan.

“Tertanggal 18 Maret, pedagang yang bersangkutan telah diberikan surat peringatan. Isinya, dilarang membobol dinding toko Pasa Ateh dan diminta memperbaiki dan membangun kembali dinding yang membobol itu,” jelas Idris.

Sementara, ketika dipertanyakan terkait penganggaran perawatan Pasa Ateh, Sekretaris Komisi II DPRD Bukittinggi Asril menjelaskan, DPRD dsn Pemko Bukittinggi telah menganggarkan biaya perawatan Pasa Ateh sebesar Rp 5 miliar. Namun, penyerahan aset belum dilakukan.

Baca Juga  Digitalisasi Gerakan Pramuka, Bukittinggi Luncurkan Aplikasi Ayo Pramuka

“Pada intinya, Pasa Ateh sudah ada terima pengelolaan pasar. Artinya, pengelolaan audah dilimpahkan ke Pemolko Bukittinggi. Sehingga muncul beban biaya pengelolaan. Tapi biaya pengelolaan bisa dikeluarkan untuk aset daerah. Sehingga kita bisa menganggarkan, yang bersifat sementara. Untuk itu, kami dorong Pemerintah daerah didorong agar lebih pro aktif, agar mempercepat serah terima aset,” jelas Idris.

Biaya perawatan dan pengelolaan Pasa Ateh dianggarkan sebesar Rp 5 milyar. Dana itu ditujukan untuk biaya listrik, SDM dan seluruh maintenance. Namun, anggaran itu, masih menimbulkan tanda tanya, karena aset Pasa Ateh belum menjadi milik Pemko Bukittinggi. (pry)