LIMAPULUH KOTA, METRO
Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Dt.Bandaro Rajo didampingi Kalaksa BPBD Limapuluh Kota, H.Joni Amir, disambut hangat Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo, di ruang kerjanya, Jakarta, Rabu (24/3) pagi. Pada kesempatan itu, Letjen TNI Doni Monardo, memuji keindahan alam Limapuluh Kota, namun dia juga mengingatkan kepala daerah dan semua elemen masyarakat untuk menjaga lingkungan dan alam agar tetap asri.
“Mari kita sama-sama peduli terhadap lingkungan, kuncinya tentu kebersamaan semua pihak. Menyangkut dengan alam Kabupaten Limapuluh kota yang indah masih banyak pihak-pihak yang merusaknya, ini sudah kami lihat melalui foto udara , banyak lahan hutan yang rusak,” ingat Doni Monardo.
Selain itu, Doni Monardo, akan mengkaji terkait proposal Rehabilitasi dan Rekontruksi pasca bencana yang disampaikan Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Dt Bamdaro Rajo. “Berkaitan dengan bantuan pasca bencana 2019, tentu kita akan kaji sesuai dengan proposal yang diajukan daerah ,kalau sudah terpenuhi kelengkapannya kita akan memfasilitasiny,” ucap orang nomor wahid di BNPB itu.
Sebelumnya, Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt Bandaro Rajo didampingi H Joni Amir, mengekspos kondisi potensi bencana dan rehabilitasi dan rekontruksi pasca bencana alam di Limapuluh Kota. Mengingat, Limapuluh Kota merupakan daerah yang rawan bencana alam seperti tanah longsor, puting beliung, tanah bergerak, galodo, banjir bandang, kebakaran hutan.
Menurut Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Dt.Bandaro Rajo, total kerugian pasca bencana alam yang terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota, membutuhkan anggaran sebanyak Rp42 Milliar lebih untuk rehabilitasi dan rekontruksi berbagai sektor yaitu perumahan, infrastruktur, sosial, ekonomi dan sektor lintas.
“Guna menanggulangi kerugian masyarakat dan daerah di berbagai sektor itu, pihak Pemkab Limapuluh Kota tengah berupaya meminta bantuan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana Pusat di Jakarta,” ungkap Bupati Safaruddin lewat pesan WatsApp (WA) kepada wartawan.
Dia juga menyebut, dalam pertemuan dengan bapak Doni Monardo, disamlaikan secara detail kondisi alam dan bencana di Kabupaten Limapuluh Kota. “Kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Pusat di Jakarta, Letjen TNI Doni Monardo, kami menjelaskan secara detail kondosi Kabupaten Limapuluh Kota yang tercatat sebagai daerah rawan bencana,” sebut Bupati Safaruddin.
Diakui Bupati Safaruddin, selain menginformasikan dan melaporkan Kabupaten Limapuluh Kota sebagai daerah rawan bencana, orang nomor satu yang belum genap satu bulan menjadi Bupati itu, juga melaporkan kerugian masyarakat dan daerah pasca bencana alam yang terjadi tahun 2019 lalu di Kabupaten Limapuluh Kota.
“Kita sudah serahkan laporan tertulis terkait bencana alam tanah longsor, puting beliung, tanah bergerak, galodo, banjir bandang, kebakaran hutan dan lahan yang melanda sejumlah kawasan Kecamatan di Kabupaten Limapuluh Kota selama tahun 2019 lalu, yang menyebabkan kerugian harta benda yang luar biasa yang dialami masyarakat dan daerah,” pungkas Bupati Safaruddin.
Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota, Joni Amir, yang dihubungi melalui telepon genggamnya, membenarkan Bupati Safaruddin telah menghadap Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Pusat di Jakarta, Letjen TNI Doni Monardo.
Menurut Joni Amir, Bupati Safaruddin tidak hanya melaporkan kondisi Kabupaten Limapuluh Kota sebagai daerah yang rawan bencana. Namun juga menyampaikan harapan kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Pusat di Jakarta, Letjen TNI Doni Monardo, agar Kabupaten Limapuluh Kota diberikan kucuran dana bantuan rehabilitasi dan rekontruksi sebanyak Rp42 Miliar untuk penanggulangan pasca bencana yang terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota pada tahun 2019 lalu. (uus)






