SOLOK/SOLSEL

Gubernur Bersama Niniak Mamak Sepakat Siap Perjuangkan Jalan Kambang-Muara Labuh

0
×

Gubernur Bersama Niniak Mamak Sepakat Siap Perjuangkan Jalan Kambang-Muara Labuh

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumbar Mahyeldi foto bersama dengan Niniak maka dari Alam Surambi Sungai Pagu dan Banda Sapuluah. Serta PJ Sekdakab Solsel Doji Rahmat Samulo.
FOTO BERSAMA—Gubernur Sumbar Mahyeldi foto bersama dengan miniak maka dari Alam Surambi Sungai Pagu dan Banda Sapuluah. Serta Pj Sekdakab Solsel Doji Rahmat Samulo.

SOLSEL, METRO
Puluhan Niniak Mamak Alam Surambi Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan (Solsel) dan Banda Sapuluah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), yang tergabung dalam forum masyarakat peduli jalan Kambang-Muarolabuh yang diketuai Kadis Kominfo Sumbar, Jasman Rizal Datuak Bandaro Bendang. Jasman sendiri juga mantan Pjs Bupati Solsel menemui Gubernur Sumbar Mahyeldi untuk meningkatkan akses jalan tembus dua kabupaten itu.

Gubernur Sumbar Mahyeldi menyatakan kesiapannya untuk ikut berjuang bersama-sama ninik mamak untuk meningkatkan jalan tembus Kambang – Muara Labuh, yang menghubungkan Kabupaten Solsel dengan Pessel.

“Kita lanjutkan, dan agendakan pertemuan dengan Menteri Lingkungan Hidup. Termasuk kita bertemu dengan Anggota DPR RI dan DPD RI. Ini bukan agenda Solsel dan Pessel saja, tapi juga agenda Propinsi Sumbar kedepannya,” ujar Mahyeldi ketika menerima aspirasi puluhan ninik mamak dari Banda Sapuluah Pessel dan ninik mamak Alam Surambi Sungai Pagu di Gubernuran Sumbar, Senin (22/3).

Dijelaskan, bahwa jika akses jalan itu terbuka, maka pariwisata dan juga ekonomi Pessel dan Solsel akan semakin berkembang. Dimulai dari ruas Dharmasraya yang merupakan lintas jalan nasional, tembus ke Solsel dan juga tembus ke Pessel. Menurutnya berbagai alternatif jalan bisa dikaji dan diusulkan untuk dibangun, sekaligus untuk menjaga ekosistem hutan tetap terpelihara dengan baik.

Baca Juga  Butuh Banyak Masukan dari Berbagai Pihak, Bappeda Susun RKPD Pemkab Solok Selatan

“Tentu ada Opsi, dimana solusinya jika tidak boleh dibangun di darat, kita buat ke atas atau ke bawah. Yang penting kita semua harus tetap solid dan kompak. Jangan ada tindakan-tindakan yang merugikan. Dengan niat yang baik, mudah-mudahan Allah SWT akan memberikan jalan keluar,” ungkap Mahyeldi, yang diaminkan ninik mamak yang hadir saat itu.

Mahyeldi menyebutkan, akan menyampaikan aspirasi ini kepada perwakilan di DPRD Sumbar, DPR RI dan DPD agar bisa memberikan dukungan. “Kita tentu akan sampaikan aspirasi ini kepada wakil kita di DPRD, DPR RI dan DPD. Insyaallaah kalau terbuka akses itu akan menghidupkan ekonomi Pessel, dan Solsel. Jarak tempuh juga semakin dekat,” kata Mahyeldi.

Di awal pertemuan, Jasman Rizal Dt. Bandaro Bendang, mengungkapkan bahwa sebelumnya forum ini sudah beberapa kali menyampaikan aspirasinya ke DPRD, DPD RI dan lainnya. Dari pertemuan tersebut muncul berbagai masukan, diantaranya yang mengatakan bahwa jalan Kambang – Muara Labuh tersebut merupakan pelebaran jalan, mengingat jalan tersebut sudah ada sejak lama sebagai perlintasan warga di kedua daerah.

Dia juga menyinggung perihal carbon trade yang tidak didapatkan sebagai kompensasi penjagaan hutan. Jasman mengusulkan skema pembangunan jalan melalui kompensasi program carbon trade yang panjangnya cuma 4,5 km tersebut.

Baca Juga  Bamus Dewan Susun Renja Sebulan ke Depan di Kota Solok

Sebelumnya, pada Desember 2020, puluhan ninik mamak juga telah menemui Gubernur Sumbar sebelumnya Irwan Prayitno. Berbagai pertimbangan dan alasan disampaikan oleh perwakilan ninik mamak dari dua daerah yang sejatinya bersaudara erat tersebut, yakni Datuak Bandaro Hitam dari Banda Sapuluah Pessel, dan Inyiak Majolelo dari Muaro Labuah Solsel.

Di antara alasan perlunya dilebarkannya jalan setapak antara Kambang-Muara Labuah adalah terkait mitigasi bencana, di mana masyarakat memerlukan akses jalan sebagai antisipasi terjadinya bencana tsunami yang bisa saja sewaktu-waktu melanda.

Selanjutnya terbukanya akses jalan juga akan menguntungkan banyak aspek, baik aspek ekonomi, aspek kebudayaan dan kekeluargaan, serta dapat mempersingkat waktu tempuh dari 10 jam bisa saja menjadi 2 jam.

Hadir dalam pertemuan tersebut puluhan Niniak Mamak Alam Surambi Sungai Pagu dan Banda Sapuluah, yang tergabung dalam forum masyarakat peduli jalan Kambang Muarolabuh yang diketuai Kadis Kominfo Sumbar, Jasman Rizal Datuak Bandaro Bendang, Selain itu juga hadir Pj Sekdakab Solsel Doni Rahmat Samulo, Asisten III Pemkab Solsel Amdani, Kabag Humas Solsel Firdaus Firman, DPRD dari Pessel, Kepala Balitbang Prov Sumbar, Kepala Lingkungan Hidup Sumbar, Dinas PUPR serta Kepala Dinas Kehutanan Sumbar. (afr)