PASARRAYA, METRO
Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Andree Algamar mengakui, jika Rabu (17/3) lalu, tim dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan PUPR sudah mengunjungi Fase VII Pasar Raya Padang. Kunjungan ini sebagai salah satu prosesnya akan dibangunnya kawasan pertokoaan itu dengan dana APBN.
“Ya, memang tim dari Kemendag dan Kementrian PUPR telah melakukan tinjauan lapangan ke lokasi Fase VII. Ini adalah salah satu proses agar pembangunan itu bisa dianggarkan dengan APBN,” sebut Andree Algamar, Jumat (19/3).
Menurut Andree, proses pembangunan masih panjang. Harus melalui Bappenas dulu dan berbagai tahapan lainnya. Karena anggaran yang dihabiskan di atas Rp16 miliar. Andree mengakui belum mengetahui secara pasti kapan dianggarkan dana pembangunan kembali Fase VII. “Kita hanya bisa menunggu saja. Yang jelas mereka sudah melihat ke lokasi,” sebutnya.
Sementara itu, Ketua Komunitas Pedagang Pasar, H Maili menyambut baik kedatangan dari Tim Kementerian PUPR dan Kemendag. Hal itu membuktikan bahwa pembangunan Fase VII dengan dana APBN sudah masuk dalam agenda pemerintah.
Menurut H Maili, langkah itu sebagai upaya pemerintah meringankan pedagang karena tak jadi dibangun dengan dana investor. “Kalau investor yang bangun tentu memberatkan pedagang. Makanya kita sangat sambut baik dan mengapresiasi sekali rencana itu. Walaupun sekarang belum jelas kapan rencana itu bakal direalisasikan,” sebut H.Maili.
Namun, sebelum itu dibangun, yang terpenting adalah perencanaan dan kajian yang matang tentang bangunan. Artinya, kata H Asril Manan, pembangunan itu hendaknya melibatkan tim ahli planologi. Tujuannya adalah agar bangunan baru yang dibangun nantinya termanfaatkan dengan baik. Tidak seperti Blok 1 yang tidak termanfaatkan oleh pedagang.
Selain itu, kata dia, sebelum fase VII itu dibangun, terlebih dahulu dia meminta agar Perwako yang membolehkan pedagang berjualan di jalan agar di cabut dulu. Karena Perwako itu telah menghilangkan tegang rasa dan toleransi serta empati di kalangan pedagang. (tin)






