SUKARNOHATTA, METRO
Wakil Wali Kota Payakumbuh, Erwin Yunaz tidak henti-hentinya memberikan supor dan semangat kepada siswa satgas sekolah tangguh. Hal itu dilakukan mengingat komunitas dilingkungan sekolah lebih besar dari satu RT atau RW di tengah masyarakat.
“Sekolah lebih besar komunitasnya dari satu RT atau RW maka siswa harus tahu protokol kesehatan covid-19 dan harus sampai kepada anak didik. Selain tugas mensosialisasikan kepada kawan kawannya di sekolah juga membawa kebiasaan baru ini kerumah. Yang paling penting itu harus tahu tentang ilmunya,” supor Erwin Yunaz, dihadapan Siswa Satgas Sekolah tangguh dan Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Payakumbuh, Selasa (16/3) pagi.
Orang nomor Dua di Kota City Of Randang ini juga bakal mendatangkan petugas dari Puskesmas dan BPBD terkait penanganan covid-19 kepada siswa satgas sekolah tangguh. Dengan begitu siswa satgas sekolah tangguh dapat menimba ilmu terkait cara penularan dan penanggulangan covid-19.
“Nanti kita akan datangkan petugas dari kesehatan terkait cara penularan dan penanggulangannya dan BPBD terkait penanganan covid-19. Dengan adanya satgas sekola tanggu, informasi covid-19 ini sampai kesekolah dan dibawa kerumah masing-masing dan lingkungan sekitar,” ucap Erwin Yunaz.
Dikatakan Erwin Yunaz yang peduli dengan masyarakat ini, juga mengingatkan begitu pentingnya siswa mengetahui ilmu terkait covid-19 ini.
“Jangan sampai, pakai masker orang pakai masker pula kita, cuci tangan orang cuci tangan pula kita, tapi kita tidak tahu kegunaanya. Ini pentingnya ilmu tentang covid dengan jelas serta sebab akibatnya,” tuturnya.
Erwin Yunaz, juga mengingatkan untuk tetap mematuhi prokes dan hindari kerumunan, jika bersalaman dengan orangtua hendaklah terlebih dahulu mencuci tangan agar kita tidak menularkan virus kepada orangtua yang dinilai rentan tertular virus corona.
“Petugas itu hanya boleh mengingatkan,” sebutnya.
Kepala SMK Negeri 1 Payakumbuh, Yunita Rosanti, M.Pd menyampaikan terimakasih kepada Wakil Wali Kota Payakumbuh atas kunjungan dan supornya kepada siswa satgas sekolah tangguh SMK Negeri 1 Payakumbuh. Dikatakannya, pembentukan 150 orang siswa satgas sekolah tangguh ini sudah dilakukan sejak Februari 2021 lalu.
“Kita sudah bentuk siswa satgas sekolah tangguh SMK Negeri 1 Payakumbuh, dan memang sejak dibentuk belum ada pemberian pengetahui kepada siswa kita ini dari kesehatan atau BPBD. Selama ini siswa hanya belajar dari apa yang dibaca saja, dan dari guru terkait covid-19,” ucapnya.
Dia berharap, kedepan sesuai yang disampaikan Wakil Wali Kota Payakumbuh, Erwin Yunaz, bahwa siswa satgas sekolah tangguh ini harus dibekali pengetahuan dari instansi terkait seperti BPBD dan Kesehatan tentang penularan dan penanggulangan serta penanganan covid-19. Sehingga, siswa satgas sekolah tangguh tidak hanya bisa memberitahu kawan-kawan siswa disekolahnya tetapi juga di keluarga dan lingkungan tempat tinggalnya.
“Seperti yang disampaikan bapak Wakil Wali Kota tadi, siswa di sekolah lebih banyak dari satu RT atau RW, sehingga perlu siswa satgas sekolah tangguh yang akan mengingatkan dan memberikan pengetahuan kepada rekan-rekannya tentang covid-19 ini. Untuk siswa SMK Negeri 1 Payakumbuh ada 1,300 lebih. Dan saat ini sekolah tatap muka dengan sistim sif,” sebutnya. (uus)






