PADANG, METRO
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Padang dengan tegas mengambil sikap tidak ikut campur dalam kisruh pasca Musyawarah Kota (Muskot) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Padang baru-baru ini. Bahkan, KONI Padang berjanji akan menyelesaian kistruh ke dualisme Muskot di bawah bendera Pengprov PBSI Sumbar tersebut.
“Kita akan mengantarkan langsung surat rekomendasi kedua kubu yang bertikai tersebut ke Pengprov PBSI Sumbar, tergantung dari Pengprov PBSI Sumbar yang akan meng SK kan mereka nantinya,” ujar Ketua KONI Kota Padang Agus Suardi Abien, Senin (8/3).
“Silakan pengprov menentukan siapa yang pengprov pilih itu haknya Pengprov PBSI Sumbar,” tambah Agus Suardi yang biasa disapa Abien tersebut.
Abien mengatakan, kisruh ini tidak akan terjadi kalau kedua belah pihak mau duduk semeja, namun itu tidak bisa terlaksana karena sama sama ngotot untuk menggelar Muskot dengan versi mereka masing-masing dan malah KONI Kota Padang di kambing hitam kan dengan tidak netral.
“Sekali lagi saya tegaskan KONI Kota Padang tidak ada menintervensi salah satu kubu yang bertikai malah KONI Kota Padang ingin mempasilitasi mereka untuk mengelar pertemuan sebelum dilaksanakan Muskot,” ujar Abien.
Abien menyebutkan, untuk membangun sistem keolahragaan ini memang diperlukan secara bersama dan saling memberikan penguatan dan mari duduk semeja, selesaikan apa yang menjadi harapan masing-masing dan lakukan dengan semangat kebersamaan.
“Mudah-mudahan kekisruhan ini cepat berlalu dan PBSI Kota Padang bisa bekerja dengan baik, untuk mempersiapkan atletnya untuk menghadapi Porprov mendatang,” terang Abien.
Owner PB Mahmuda, Eri Anto menyambut baik rencana KONI Kota Padang untuk memberikan rekomendasi kepada dua kubu yang bertikai tersebut. “Saya sebagai Pembina PB Mahmuda berterima kasih sekali kepada bapak Agus Suardi yang memberikan rekomendasi kepada dua kubu tersebut dan menyerahkan permasalahan ini kepada Pengprov PBSI Sumbar,” ujar Eri.
Dikatakan Eri, idealnya posisi KONI Padang harus berikap indenpenden terhadap semua pengurus Cabor yang ada di Kota Padang, karena KONI tersebut yang sifatnya pembinaan sekaligus orang tua dari atlet maupun Cabor. “Maka dalam bersikap tentu diharapkan KONI tidak berpihak ke sesuatu pihakd dan merugikan pihak yang lainnya,” jelas Eri. (*/boy)






