METRO PADANG

4 Ribu Ha Lahan selalu Terendam Banjir, Isril: Saluran Drainase harus Diperlebar

2
×

4 Ribu Ha Lahan selalu Terendam Banjir, Isril: Saluran Drainase harus Diperlebar

Sebarkan artikel ini

BYPASS, METRO
Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Kota Padang, Isril Berd mengatakan, sekitar 4.000 hektare (Ha) lahan di Kota Padang selalu terendam banjir. Intensitasnya mencapai 7 kali dalam setahun.

Ia menjelaskan, luas lahan ini tidak satu hamparan. Namun itu adalah lokasi rendah dan tempat genangan air. “Analisa kita di Forum DAS, di luas 4.000 hektare itu tidak satu titik. Namun satu titik ada yang sampai 7 kali dalam setahun terkena banjir,” kata guru besar Unand ini.

Apalagi dalam suasana La Nina ini terangnya, intensitas hujan sangat ekstrem, sehingga banjir sangat rentan terjadi. Solusinya adalah Kota Padang harus ada drainase yang besar untuk mengalirkan air pada saat intensitas hujan tinggi.

Baca Juga  Peringati HKN di Masa Pandemi, Dinkes Sumbar Tebar 19 Ribu Masker

Dalam kondisi sekarang, kata dia, drainase yang ada tidak mencukupi untuk menampung air hujan, sehingga kerap banjir. “Ke depan, tentu kalau mau tidak banjir, saluran drainase harus diperlebar. Jangan hanya kayak saluran cacing saja,” tandas Isril.

Perbaikan Lingkungan
Penanganan banjir di Kota Padang menurut Isril, harus secara menyeluruh atau holistik. Artinya, tak cukup dengan pembangunan drainase saja. Tapi juga harus disertai dengan perbaikan lingkungan. Salah satunya adalah penghijauan.

Isril menyebutkan, dari data yang ada pada Forum DAS, 4.000-4.500 hektare hutan yang masuk wilayah Kota Padang harus dipulihkan kembali. Dan itu tak bisa dilakukan oleh satu instansi saja. Namun harus ada kerja sama yang melibatkan semua pihak dalam penanganannya. Mulai dari pemerintah daerah, DPRD, BUMN, BUMD dan pihak swasta.

Baca Juga  Kader, Simpatisan PKS Kota Padang Gelar Flashmob Tolak Kenaikan BBM

Ia mengungkapkan, penghijauan harus juga dilakukan secara holistik atau menyeluruh. Sebab luas hutan yang butuh perbaikan saat ini sangat luas. Idealnya kata Isril, ke depan Kota Padang harusnya memiliki suatu lembaga untuk mengurusi jasa lingkungan, sehingga upaya pembenahan lingkungan yang dilakukan bisa terencana, berkelanjutan dan menyeluruh. “DPRD harus pikirkan anggarannya,” tandasnya. (tin)