SUDIRMAN, METRO
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Padang sudah mencetak semua e-KTP dan dibagikan ke kelurahan sesuai tempat tinggal. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Muji Susilawati mengatakan bahwa sudah ada 27.000 e-KTP yang dicetak sebagai pengganti surat keterangan (Suket).
“Pengganti KTP atau surat keterangan sudah kita cetak semua dan dibagikan ke kelurahan. Tidak ada suket lagi, namun sudah ada KTP,” ujar Muji
Muji menjelaskan, bagi yang ingin mengganti suket dengan e-KTP bisa datang ke kelurahan dengan membawa suket. “Silakan ke kelurahan untuk mengambil e-KTP, syaratnya tidak ada, hanya bawa suket saja,” tambahnya.
Muji mengungkapkan, blangko e-KTP untuk Kota Padang sudah memadai dan tidak ada kekurangan lagi. Sebelumnya, Muji Susilawati menyebutkan, bahwa pada awal tahun pihaknya sudah meminta 3.500 blangko ke pusat dan saat ini sudah sampai di Padang. “Warga tak perlu cemas dan ragu. Bagi yang akan urus baru, Disdukcapil siap mencetakkan e-KTP,” tukasnya.
Muji tak ingat betul jumlah pastinya jumlah blangko yang tersedia di Disdukcapil. Namun yang jelas, jumlahnya cukup untuk melayani masyarakat yang ingin membuat e-KTP hingga Desember 2020. Untuk proses pengurusan baru lanjut Muji, bisa melalui website online.disdukcapilpadang.go.id. Pada situs itu terdapat beberapa item pilihan seperti pembuatan baru, penukaran suket (surat keterangan) bagi yang masih pegang dan pilihan lainnya.
“Proses pengisiannya tak perlu datang ke Disdukcapil Padang. Cukup di rumah saja dikerjakan lewat komputer. Jika akan cetak, barulah pengambilannya dilakukan di Disdukcapil Kota Padang,” ucap Muji.
Pelayanan Disdukcapil Akan Dibuka
Muji mengatakan, pelayanan Disdukcapil secara tatap muka akan dibuka setelah hasil swab keluar. Menurutnya, 80 petugas Disdukcapil Padang sudah menjalani swab tenggorokan beberapa hari belakangan. Swab tenggorokan dilakukan melalui dua pukesmas, Pukesmas Andalas dan Pukesmas Padang Pasir.
“Saat ini masih menunggu hasilnya dulu, jadi sampai hasil swabnya keluar, tidak boleh beraktifitas dulu, namun harus isolasi mandiri,” sebut Muji.
Muji menjelaskan, petugas Disdukcapil sementara waktu terapkan bekerja dari rumah atau work from home. Sehingga pelayanan Disdukcapil Padang melalui kantor tutup dahulu, namun secara online tetap jalan. “Disdukcapilkan pelayan masyarakat, dan banyak berhubungan dengan masyarakat makanya diswab agar aman,” ucapnya.
Muji menambahkan, diperkirakan pada Jumat (4/9) pelayananan di kantor Disdukcapil sudah dibuka. “Di pengumumannya hari Jumat, sudah buka, namun jika hari Kamis, hasilnya belum keluar, terpaksa Jumat ditutup lagi,” beber Muji. (ade)





