BUKITTINGGI, METRO
Kobaran api yang terus melambai serta kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi dari empat rumah di Kelurahan Manggis Gantiang, Kota Bukittinggi, sempat menghebohkan warga setempat. Apalagi saat mendengar ledakan keras yang diduga bersumber dari sepeda motor yang ikut terpanggang di dalamnya.
Peristiwa sigulambai (api) mengamuk di Manggis Gantiang itu, terjadi Selasa (1/9) sekitar pukul 16.00 WIB. Beruntung tidak ada korban jiwa, namun besarnya api sempat membuat warga kewalahan pada saat pemadaman dan menyelamatkan barang-barang korban.
Empat rumah petak yang terbakar diketahui milik warga bernama Rita (38). Pada saat kejadian, dua rumah diketahui sedang ditinggal pemiliknya. Sementara dua rumah lagi berpenghuni. Dari empat rumah tersebut ada 7 kepala keluarga dengan 32 jiwa yang tinggal di dalamnya.
Meski belum diketahui penyebab pasti kebakaran tersebut, namun sumber api diduga berasal dari salah satu rumah yang ditinggal oleh penghuninya. Masyarakat sekitar berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun upaya itu tidak terlalu membantu, sebab api dengan cepat membesar dan merambat dari satu bangunan ke bangunan lainnya.
Untung saja warga cepat menghubungi pihak Pemadam Kabakaran. Sekitar 10 menit setelah kejadian, lima unit pemadam kebakaran (damkar) dari Kota Bukittinggi dan dua dari Kabupaten Agam tiba ke lokasi dan langsung berjibaku memadamkan api.
Dalam waktu sekitar 1 jam api berhasil dijinakkan, akan tetapi empat bangunan rumah petak yang terbuat dari kayu itu rata dengan tanah. Untuk memastikan api tidak hidup lagi, petugas pemadam melakukan pendinginan. Menurut keterangan Lurah Manggis Ganting, M Nur, dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, akan tetapi barang-barang korban habis terpanggang.
“Untuk sementara, kerugian belum bisa dipastikan, tapi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah,” terang M Nur.
Untuk memastikan penyebab sumber kebakaran, katanya sampai saat ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Karena pada saat melakukan pemadaman Unit Identifikasi Polres Bukittinggi sudah melakukan olah Tempat Kejadian Peristiwa (TKP). (pry)





