SAWAHLUNTO, METRO
Kasus positif Covid-19 di Kota Sawahlunto mengalami fluktuasi. Buktinya, hingga Kamis pagi (6/8) di Kota Sawahlunto kembali meningkat menyusul bertambah kembali, 6 orang positif Covid-19 dari hasil tracking 107 orang.
Tracking terhadap 107 orang tersebut dilakukan setelah Senin (3/8), diketahui warga Tangsi Baru Kelurahan Tanah Lapang positif Covid-19 sebanyak 3 orang.
Sebelumnya, Jumat (30/7) terdapat warga positif sebanyak 6 orang yang merupakan keluarga dari kasus korban Covid-19 perdana S (55) pada Minggu (27/7). Sehingga dengan pertambahan 6 orang saat ini warga Kota Sawahlunto yang positif Covid-19 melonjak menjadi 16 orang.
Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Yasril dalam wawancaranya dengan Posmetro di aula Dinas Kesehatan sehabis pelantikan Direktur RSUD Sawahlunto dan tiga orang pejabat administrator dan pengawasan lainnya di lingkungan kota Sawahlunto. “Benar Sawahlunto saat ini bertambah 6 orang yang positif Covid-19, dan jumlah total keseluruhan menjadi 16 orang yang positif Covid-19,” ujar Yasril.
“Saat ini 15 orang pasien tersebut dikarantina di gedung BDTBT milik Kementerian ESDM dan satu orang masih di RSUP M Djamil Padang. Pasien 6 orang yang positif Covid 19 ini 2 orang warga Tangsi, 2 orang warga Aie Dingin, 1 orang warga Lobang Tembok, dan 1 orang warga Durian II,” jelas Yasril.
Menurut Yasril bahwa sebenarnya Pemko Sawahlunto sudah maksimal dalam menangani Covid-19 ini, tetapi karena sudah new normal sehingga warga luar daerah yang berasal dari daerah pandemi. Karena merasa rindu dengan keluarganya berkunjung ke Sawahlunto. Dan itu tak mungkin dilarang sesuai instruksi Gubernur yang menguzinkan warga pendatang mengunjungi Sumbar tetapi dengan syarat mematuhi protokol kesehatan. Namun, mungkin pendatang yang ke Sawahlunto kurang mematuhi hal tersebut. Dia menambahkan, bahwa dengan kondisi lonjakan bertambah 6 orang positif Covid-19 ini Sawahlunto tetap menjadi zona kuning. (cr2)





