SAWAHLUNTO, METRO
Bertambahnya kasus pasien positif Covid- 19 menjadi enam orang pada malam takbiran, Kamis (29/7), membuat Pemko Sawahlunto tracking masiv dadakan kepada warga yang kontak langsung dengan keluarga pasien positif di malam takbiran. Tracking masiv dilakukan dengan mendatangkan petugas yang terdiri dari tim medis, Satpol PP, TNI dan Polri. Sebab ada penolakan dari beberapa warga yang tidak mau dilakukan tes swab.
Sebelumnya, Senin (27/7) diketahui seorang warga Tangsi, Kelurahan Tanah Lapang, Kecamatan Lembah Segar berinisial “S” (55), karyawan PTBA di Kalimantan, pulang kampung dan berada di Sawahlunto sudah sepuluh hari. Namun, Jumat (24/7) dia melakukan tes swab dan hasilnya positif Covid-19.
Senin (27/7), kemudian “S” langsung dirujuk ke RSUD dr Rasidin Sungai Sapih Kota Padang. Selanjutnya keluarga pasien diisolasi di BDTBT lima orang, beserta 2 orang tetangga penjual pecel di sebelah rumahnya.
Pemko di bawah Satgas Sawahlunto melakukan tes swab terhadap 59 orang warga Tangsi dan 7 orang yang diisolasi tersebut pada Selasa (28/7). Hasil SWAB tersebut menyatakan 7 orang yang diisolasi 6 orang positif pada Kamis (30/7) malam, 4 keluarga pasien dan 2 orang tetangga pasien. Namun, untuk warga yang lainnya negatif. Berdasarkan hal tersebut maka malam tadi dilaksanakan tracking masiv terhadap warga Tangsi dan sekitar yang pernah kontak langsung dengan warga pasien.
Wali Kota Sawahlunto Deri Asta membenarkan, hal tersebut dikediamannya ketika dikonfirmasi koan ini Jumat (31/7) pagi saat open house sehabis sholat Idul Adha di Mesjid Raya Sawahlunto. Dari yang 7 orang diisolasi 6 orang positif Covid -19, satu orang anak beliau yang sekolah di SMAN 1 Sawahlunto negatif. Dari yang pisitif 6 orang ini akan dilakukan tracking tahap 2. “Kita juga melakukan penelusuran terhadap yang satu kelas dengan anak pasien di SMP 1 Sawahlunto termasuk gurunya. Siapa saja yang sempat kontak langsung dengan 6 orang yang positif wajib mengikuti tes SWAB sesuai prosedur yang berlaku,“ kata Deri Asta.
“Mungkin saja bertambah hasilnya di tahap 2, tapi begitu regulasinya harus melaksanakan sejak dini sebagai tindakan preventif, agar cepat berakhir pandemi ini,” ujar Deri Asta.
Dikatakan, tidak akan membuka posko Covid- 19 di perbatasan Sawahlunto seperti masa PSBB, meskipun yang positif covid-19 ini merupakan pendatang. Saat ini adalah masa new normal dimana aktifitas dilakukan seperti biasa, tapi harus mematuhi standar protokol kesehatan, memakai masker, jaga jarak, rajin cuci tangan dan muka, dan hindari berkumpul bila tidak perlu. “Untuk pasien positif covid-19 sudah di RSUD untuk menjalani perawatan tapi bila ada kondisi pasien dari riwayat penyakit lama yang dimiliki maka akan dirujuk ke Padang. Dan bagi warga yang telah ditracking masiv harus mengikuti tes swabyang hasilnya akan keluar dua hari lagi,” jelas Deri.
Wako juga telah menyurati Kelurahan Tanah Lapang untuk melakukan tindakan pembatasan khusus terhadap warga Tangsi, Kelurahan Tanah Lapang agar membatasi kegiatan keluar dari daerahnya bila tidak ada yang perlu. (cr2)





