SUDIRMAN, METRO
Berkat kesuksesan dalam mengelola Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Padang, Kota Padang diganjar sebuah penghargaan dari Pemprov Sumbar.
Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah menerima penghargaan, “Daerah Dengan Kinerja Koperasi Terbaik Kategori Kota Tahun 2020” dari Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno di aula Kantor Gubernur, Rabu (22/7).
Penghargaan ini pun diberikan dalam rangka peringatan Hari Koperasi Nasional ke-73 Tahun 2020 yang jatuh pada 12 Juli 2020 lalu. Mahyeldi usai menerima penghargaan mengatakan, atas nama Pemko Padang dan masyarakat, mengaku bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Sumbar atas penghargaan tersebut.
“Penghargaan ini akan kita jadikan sebagai motivasi untuk lebih meningkatkan bidang koperasi dan UMKM di Kota Padang ke depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, koperasi memang menjadi pilar ekonomi sekaligus menjadi wadah untuk membangun usaha secara bersama-sama dalam mewujudkan ekonomi rakyat yang lebih sejahtera khususnya di Kota Padang. Sebagaimana pengembangan produk unggulan dan potensi UMKM memang harus disinergikan dengan koperasi.
“Untuk pembinaan UMKM, memang harus bersinergi dengan koperasi untuk mewujudkan kemandirian ekonomi dan individual anggota koperasi itu sendiri,” ujarnya.
Mahyeldi berharap, gerakan koperasi di Indonesia, Sumbar dan khususnya Kota Padang akan semakin berkembang lagi guna mewujudkan ekonomi rakyat yang sejahtera.
Sementara itu, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno dalam sambutannya membacakan pidato Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki menyampaikan, ada sejumlah inisiatif yang sedang dilakukan untuk penguatan dan modernisasi koperasi di Indonesia saat ini. Pertama, yaitu melakukan perbaikan ekosistem kemudahan usaha yang memungkinkan koperasi bisa mengakses pasar yang lebih luas, pembiayaan serta mengembangkan kapasitas usaha seluas-luasnya.
“Koperasi harus masuk ke sektor-sektor ekonomi unggulan nasional yaitu pangan, komoditi, maritim, pariwisata dan industri pengolahan. Begitu juga koperasi harus masuk pada sektor ekonomi kreatif, di mana anak-anak muda saat ini banyak terlibat dalam sektor tersebut,” tukas Irwan.
Selanjutnya kedua, kata Irwan, saat ini Kementerian Koperasi dan UKM sedang menyusun strategi nasional UMKM dan koperasi. Instrumen kebijakan yang nantinya dapat mewadahi kerja kolaboratif seluruh pemangku kebijakan.
Ketiga, turbuIensi ekonomi masa pandemi Covid-19 memberikan pelajaran berharga bahwa koperasi sektor keuangan atau simpan pinjam sangat rentan dan mudah terkontraksi oleh eskalasi tersebut. Oleh karenanya perlu disiapkan sistem pengawas dan penjamin simpanan di koperasi agar bisa memberikan rasa aman bagi mereka yang menaruh simpanan atau investasi di Koperasi.
“Kita tentu berharap koperasi di Indonesia mampu menjawab tantangan zaman dan bersaing dengan pelaku ekonomi lainnya. Mari kita kobarkan semangat dengan menjadikan koperasi sebagai kekuatan ekonomi rakyat dalam pemulihan ekonomi nasional,” sebut Irwan. (tin)





