PASAMAN, METRO
Ketua Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Pasaman, Mira Delima Atos Pratama meninjau langsung pembuatan Alat Pelindung Diri (APD) jenis pakaian hazmat oleh para kaum ibu-ibu penjahit di Nagari Alahan Mati, Kecamatan Simpati.
APD itu diperuntukkan bagi para bidan desa di 37 nagari di Pasaman, agar terhindar dari penularan wabah Covid-19. APD produksi para kaum ibu-ibu tersebut tergabung dalam wadah binaan PKBM Al-Huda Nagari Alahan Mati, Kecamatan Simpati dengan jumlah 50 orang.
Menurut Mira, pihaknya sengaja melibatkan kaum ibu-ibu di PKBM Al Huda itu untuk penyediaan APD bagi tenaga medis (Bidan Desa) ditengah terbatasnya ketersediaan APD dalam penanggulangan wabah covid-19.
“Alhamdulilah, kami mempercayakan APD untuk Bidan kepada kelompok jahit kaum ibu di Kecamatan Simpati,” ungkap Mira. Senin (20/7).
Ia menambahkan, rata-rata para kaum ibu di Kecamatan Simpati memiliki skill menjahit. Atas dasar itu pula pihaknya melibatkan mereka untuk memenuhi ketersediaan APD bagi bidan desa.
“Alhamdulillah, di Simpati ini hampir seluruh kaum ibu punya skill menjahit, membordir, dan menyulam. Sudah saatnya kita percayakan pada anak nagari untuk mengerjakannya. Jangan lagi serba import,” jelas dia.
Ia berharap, upaya GOW memberdayakan para kaum ibu dalam pembuatan APD di kampung itu dapat memberikan nilai tambah serta menggerakkan roda perekonomian masyarakat ditengah pandemi Covid-19 yang belum mereda. ”Kita ingin ekonomi tetap bergerak dan rakyat sejahtera,” harap dia.
Mira pun mengajak pelaku UMKM dan komunitas para kaum ibu lainnya memproduksi pakaian APD untuk tenaga medis agar mereka terlindungi dari penularaan Covid-19. (cr6)





