AIAPACAH, METRO
Program Ayo Ceting (Cegah Stunting) yang digagas Puskesmas Andalas, Kecamatan Padang Timur, secara resmi dipresentasikan dihadapan tim penilai. Program ini merupakan salah satu inovasi unggulan yang masuk dalam Top 99 Nasional Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) di Lingkungan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN dan BUMD Tahun 2020,
Inovasi yang merupakan pogram berbasis aplikasi Android tersebut dipresentasikan Wali Kota Padang. Mahyeldi Ansharullah lewat daring dari ruangan Padang Command Center (PCC) Balai Kota Padang, Selasa (14/7).
Hadir dikesempatan itu langsung sang penggagas inovasi Ayo Ceting, dr Ulfia Izzati. Kemudian juga terlihat Asisten Administrasi Umum, Didi Aryadi serta beberapa kepala OPD di lingkup Pemko Padang. Diantaranya, Kepala Dinas Kesehatan, Feri Mulyani, Kadiskominfo, Rudy Rinaldi, Kepala Bappeda, Medi Iswandi, Kabag Organisasi, Raju Minropa, Kabag Prokopim, Amrizal Rengganis dan lainnya.
Mahyeldi mengatakan, atas nama Pemko Padang, ia tentu bersyukur dan menyambut baik inovasi Ayo Ceting telah masuk dalam Top 99 Nasional KIPP 2020. “Menuju Top 45, maka kali ini kita presentasikan di depan tim penilai. Semoga inovasi Ayo Ceting ini masuk ke Top 45 nantinya,” ujar Mahyeldi.
Mahyeldi terlihat menyampaikan presentasi secara detail tentang apa itu inovasi Ayo Ceting. Serta, ia menjelaskan, bagaimana tujuan dan manfaatnya di hadapan tim penilai dari KemenPAN-RB dan dari tim independen yang berkompeten di bidang masing-masing.
“Yang jelas dan terpenting lagi bagi kita adalah, bagaimana inovasi ini direplikasi semua Puskesmas yang ada di Kota Padang. Kalau bisa juga direplikasi di daerah-daerah di Sumbar bahkan secara nasional,” harapnya.
Mahyeldi menjelaskan, untuk keluarnya hasil Top 45 Nasional KIPP 2020 diperkirakan pada September atau Oktober 2020 mendatang. “Insya Allah melalui inovasi Ayo Ceting, Kota Padang dapat masuk Top 45 KIPP 2020. Kalau sudah masuk Top 45 kita juga akan menerima Dana Insentif Daerah (DID) oleh Pemerintah Pusat yang besarannya sekitar Rp8 miliar sampai Rp11 miliar. Itu bisa kita gunakan untuk pembangunan Kota Padang tentunya,” tukas Mahyeldi bersemangat.
Mahyeldi mengungkapkan, dalam program Ayo Ceting ini setidaknya terdapat tiga paket kegiatan yang dihadirkan kepada masyarakat. Pertama menghadirkan grup WhatsApp bagi para ibu hamil, kedua rumah gizi dan ketiga digital education melalui aplikasi yang bisa diunduh lewat playstore Ayo Ceting.
“Program Ayo Ceting patut kita apresiasi sebagai inovasi yang mudah diakses dan bisa digunakan oleh masyarakat kapan saja dan dimanapun berada. Tujuan utamanya adalah pencegahan stunting (gangguan pertumbuhan pada anak) agar dapat lebih dimaksimalkan,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Feri Mulyani mengatakan, inovasi Ayo Ceting sangat tepat dipakai di masa pandemi Covid-19 seperti saat sekarang ini. Khususnya untuk memantau tumbuh kembang bayi, balita dan juga ibu hamil.
“Melalui Ayo Ceting semuanya menjadi tidak harus tatap muka, karena sudah ada tiga program di aplikasi tersebut. Saya rasa inovasi Ayo Ceting sangat membantu,” ucapnya.
Kepala Puskesmas Andalas, Mela Aryati juga mengungkapkan, inovasi ini juga sangat dirasakan manfaatnya saat pandemi Covid-19. Karena dengan itu bisa mengurangi interaksi langsung antara pasien dan tenaga medis.
“Cukup unduh di Playstore, maka semua informasi yang dibutuhkan bagi ibu menyusui ada di dalamnya. Mulai dari panduan menu makanan sehat, pola hidup sehat dan lainnya. Selain itu kita juga dapat berinteraksi langsung dengan dokter yang siap menjawab keluhan dan pertanyaaan. Karena aplikasi ini terhubung langsung dengan nomor WhatsApp dokter yang kita siapkan,” ujarnya. (tin)





