PADANG PANJANG, METRO
Anggota Dewan Pendidikan Padangpanjang, Dalius Radjab mengungkapkan masyarakat Padang Panjang kini sudah bisa bernafas lega, seiring dengan adanya tambahan kelas, yang telah diupayakan Wali Kota Fadly Amran Datuak Paduko Malano kepada Gubernur Sumbar Irwan Prayitno sebanyak tiga kelas, dengan kapasitas sekitar 90 orang.
Dalius mengapresiasi Wali Kota Padangpanjang Fadly Amran yang peduli terhadap warganya di masa penerimaan murid baru dengan sistem online sekarang ini.
”Sebenarnya daya tampung sekolah SMA dan SMK yang ada di Padang Panjang telah cukup untuk menampung lulusan SMP dan MTSN yang ada di Padang Panjang tahun ini. Karena itu orang tua wali murid tidak perlu risau untuk menyekolahkan anak mereka,” sebut Dalius Radjab.
Menurutnya, saat ini lulusan SMP dan MTSN yang ada di Padang Panjang berjumlah 1.300 orang. Sedangkan daya tampung SMA 1, SMA 2 dan SMA 3 serta SMK 1 dan SMK 2 berjumlah 1.379 orang. Dengan perincian daya tampung SMA 679 (belum termasuk tiga kelas yang ditambah) dan daya tampung SMK 700 orang.
”Jika separuh dari peserta didik baru memanfaatkan SMK yang ada di Padang Panjang untuk melanjutkan pendidikan, maka semuanya bisa diatasi,” kata Dalius.
Ditambahkan, orang tua dan peserta didik harus bijak melihat peluang masa depan. Negara saat ini sangat membutuhkan tenaga kerja tingkat menengah.
“Tentu peluang ini ada tamatan SMK. Ketika ekonomi orang tua kurang mampu dan kemampuan akademis anak sedang sedang saja, tentu sekolah yang cocok adalah SMK. Dalam tiga tahun proses sudah bisa berkarir di dunia usaha dan dunia industri,” kata aktivis beberapa organisasi ini.
Sebalik itu, katanya, bila daya dukung ekonomi orang tua sehat dan daya belajar anak kuat, maka SMA yang cocok. Sebab, sasarannya masuk perguruan tinggi.
Dalam hal ini sebutnya, selaku dewan pendidikan kota, pihaknya mengajak alur berfikir orang tua dan peserta didik harus jeli menentukan pilihan sekolah, sesuai dengan kemampuan dan peluang yang ada. (rmd)





