AIAPACAH, METRO
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Feri Mulyani mengingatkan warga Padang akan ancaman penularan Covid-19 dari luar Kota Padang. Potensi ancaman ini tetap besar sebagai penyumbang jumlah kasus positif di Kota Padang.
“Kita memang sudah berupaya menghilangkan klaster, tapi ancaman penularan Padang masih sangat besar. Terutama dari kasus impor,” ujar Feri Mulyani.
Ia menjelaskan, kasus Covid-19 impor ini dibawa oleh warga yang datang dari daerah terjangkit. Kasus Covid-19 impor ini diprediksi akan terus terjadi. Apalagi dalam waktu dekat akan dilakukan tes masuk perguruan tinggi. Dipastikan akan banyak yang datang ke Padang.
“Wabah akan terus bertambah. Akan banyak yang datang, ini akan jadi potensi baru,” tukas Feri Mulyani.
Ia berharap penerimaan mahasiswa baru di Perguruan Tinggi tidak lagi dilakukan secara manual. Akan tetapi dilakukan secara online. “Ini untuk mengantisipasi pertemuan secara berkelompok para calon mahasiswa setelah ujian,” tandasnya.
Adanya kasus positif Covid-19 yang dibawa dari luar Kota Padang (impor) terjadi dalam kurun waktu dua hari belakangan ini menjadi perhatian serius Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah.
“Kita pantau lagi secara seksama para pendatang yang merupakan Pelaku Perjalanan Daerah Terjangkit (PPT) yang masuk ke Padang,” tegas Mahyeldi.
Seja dua hari ini terdapat dua kasus positif yang berasal dari warga yang baru pulang bepergian dari luar Sumbar. Virus yang dibawa ke Padang berasal dari Medan dan Surabaya.
Mengantsipasi hal tersebut, Mahyeldi mengajak seluruh ketua RT dan RW untuk memantau siapa saja yang baru pulang dari daerah terjangkit. “Mereka yang baru saja pulang dari luar daerah agar melaporkan dirinya ke RT dan RW serta memeriksakan dirinya ke Puskesmas setempat,” harap Mahyeldi.
Mahyeldi juga menekankan supaya Kongsi Covid-19 yang terdapat di tiap kelurahan agar berperan serta memantau warganya. Apalagi mulai pekan ini sejumlah perguruan tinggi melaksanakan penerimaan mahasiswa baru. Tentunya akan banyak pendatang yang masuk Padang dan berpotensi membawa Covid-19.
Saling Mengingatkan
Sementara itu, kebiasaan mengenakan masker belum mendarahdaging di tengah masyarakat. Masih terdapat warga yang acuh, tidak mengenakan masker saat keluar rumah. “Lihat orang di kiri dan kanan kita, ingatkan yang tidak pakai masker,” ajak Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah di Balai Kota Padang, Minggu (5/7).
Mahyeldi mengajak warganya untuk saling mengingatkan siapa saja yang tidak bermasker. Karena masker merupakan “tameng” agar tidak tertular Covid-19. “Mari kita semuanya untuk saling mengingatkan, mengajak mereka yang lain untuk mengenakan masker,” harap Mahyeldi.
546 Kasus Covid-19
Berdasarkan data di website dinkes.padang.go.id, terjadi penambahan 13 kasus Covid-19 di Kota Padang pada Minggu (5/7). Dengan begitu, hingga kemarin ada total 546 kasus konfirmasi positif Covid-19 di Padang.
Tambahan 13 kasus tersebu yaitu, Simpang Haru (1 kasus), Parak Gadang Timur (1 kasus), Ganting Parak Gadang (2 kasus), Lubuk Buaya (1 kasus), Dadok Tunggul Hitam (2 kasus), Cengkeh (2 kasus), Berok Nipah (1 kasus), Pasa Gadang (1 kasus), dan Kampung Lapai (2 kasus).
Selanjutnya, terdapat tambahan dua pasien sembuh kemarin. Yaitu, Lubuk Lintah (1) dan Korong Gadang (1). Dengan demikian, total pasien yang sudah sembuh 436 orang. Sedangkan total meninggal dunia ada 23 orang.
Selain itu, hingga Minggu (5/7), terdapat 83 kelurahan di Kota Padang sudah terjangkit Covid-19. Kemudian, terdapat 47 kelurahan yang sudah bebas dari Covid-19 karena ada pasien yang sembuh/meninggal, sehingga tidak ada lagi kasus konfirmasi Covid-19.
Ke-47 kelurahan tersebut yaitu, Jati, Kubu Marapalam, Kubu Dalam Parak Karakah, Gunung Pangilun, Alai Parak Kopi, Ulak Karang Selatan, Air Tawar Barat, Air Tawar Timur, Lolong Belanti, Batang Kabung Ganting, Ikur Koto, Pasir Nan Tigo, dan Balai Gadang.
Berikutnya, Parupuk Tabing, Koto Pulai, Bungo Pasang, Lubuk Minturun, Anduring, Ampang, Gunung Sarik, Sungai Sapih, Tanjung Saba Pitameh, Banuaran, Lubuk Begalung, Gurun Laweh, Tanah Sirah Piai, Kampung Baru, Parak Laweh, Koto Baru, Kampung Jua, dan Gates.
Kemudian, Koto Lalang, Ujung Gurun, Purus, Padang Pasir, Pisang, Binuang, Koto Luar, Kapalo Koto, Limau Manis, Cupak Tangah, Seberang Padang, Seberang Palinggam, Rawang, Kurao Pagang, Bungus Barat, dan Bungus Timur. (tin)





