BERITA UTAMA

3 Bersaudara Tenggelam, 2 Tewas

0
×

3 Bersaudara Tenggelam, 2 Tewas

Sebarkan artikel ini

Jenazah Toni dan Nando, korban hanyut sampai di rumah duka di Air Tawar Barat, Padang Utara, Kota Padang, Rabu (16/11). Keduanya ditemukan Tim SAR sementara satu orang lagi masih dicari.
PADANG, METRO–Aysik bermain di tepi pantai, tiga kakak beradik terseret ombak di pantai pasir putih, Kelurahan Parupuak Tabing, Kecamatan Kototangah, Rabu (16/11) sekitar pukul 17.00 WIB. Dua korban berhasil ditemukan oleh warga dan tim SAR.
Namun, nyawa Toni (8), Nando (14) warga RT 05 RW 03 Kelurahan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara Padang ini, tak bisa tertolong. Setelah mendapat pertolongan medis di Rumah Sakit Yos Sudarso, namun karena paru-paru kedua anak-anak ini dipenuhi air, keduanya meninggal dunia.
Sedangkan, korban lainnya, Jefri (10), hingga pukul 18.15 WIB belum berhasil ditemukan tim SAR. Kejadian itu berawal sekitar 14.00 WIB, ketiga orang korban mendatangi pantai untuk mandi-mandi bersama tiga orang bocah perempuan lainnya, yang masih satu keluarga besar. Setelah beberapa jam mandi-mandi di pantai, ketiganya bocah perempuan kemudian menepi karena kelelahan dan hendak pulang.
Sekitar pukul 17.00 WIB, saat itu terjadi pasang di pantai, dan gelombang ombak semakin tinggi. Namun, ketiga korban yang masih saja mandi di pantai, dan tiba-tiba ombak besar menghempaskan ketiga korban dan langsung terseret arus laut hingga ketiganya tenggelam.
Ketiga bocah wanita yang mengetahui ketiga korban tenggelam, langsung berlari memberitahukan kepada warga sekitar untuk meminta bantuan. Warga yang mengetahui kejadian itu, langsung melakukan pencarian yang kemudian memberitahukan kepada tim SAR. Beberapa saat melakukan pencarian akhirnya, dua korban berhasil ditemukan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Padang, Nasrul Sugana mengatakan, pencarian terhadap satu korban akan dilanjutkan Kamis pagi. Pencarian terhadap Jefri dihentikan, Rabu sore karena hari sudah mulai gelap.
Kapolsek Kototangah Kompol Jon Hendri, mengatakan musibah tenggelamnya tiga bersaudara itu, bermula dari beberapa anak-anak mandi di pasir pantai Parupuak Tabing. Keasyikan bermain ombak, diduga kuat tiga korban tidak melihat ada ombak besar.
”Ketiga korban langsung digulung ombak besar. Ketiganya terseret ke tengah laut. Warga dan tim SAR berhasil menemukan dua korban, namun nyawa keduanya tak bisa diselamatkan,” kata Jon Hendri.
Jon Hendri menambahkan, pencarian terhadap korban Jefri, sekitar pukul 18.15 wib, untuk sementara menghentikan pencarian karena ombak besar dan sudah gelap dan besok pagi dilanjutkan kembali untuk melakukan pencarian. “Pencarian dilanjutkan Kamis pagi (17/11). Mudah-mudahan korban ditemukan lebih cepat,” pungkasnya. (rg)