AIAPACAH, METRO
Hingga kini pencairan Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap II dari APBD Pemko Padang, belum jelas kapan akan diberikan. Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, pihaknya masih mengukur keuangan Pemko untuk mencairkan BST tahap II tersebut.
“Kita masih mengukur keuangan untuk membayarkannya dan juga sedang melengkapi administrasi pencairan sebelumnya,” terang Mahyeldi dalam Diseminasi Informasi Media Center Balai Kota Padang, Rabu (1/7).
Selain itu terang Mahyeldi, saat ini pihaknya juga sedang mendata masyarakat yang juga terdampak Covid-19, tapi tak dapat bantuan pada tahap I. Maka nantinya, mereka yang belum mendapatkan BST tahap I, akan ditampung pada tahap I. Secara otomatis, akan ada penambahan penerima bantuan. Tentunya biaya yang dibutuhkan juga lebih besar.
Mahyeldi mengungkapkan, Pemko Padang baru saja melakukan recofusing anggaran dan nanti akan dihitung lagi. “Makanya sekarang kita lagi selesaikan semua administrasi yang tahap 1 dan menghitung anggaran yang dibutuhkan untuk tahap II ini,” tandasnya.
Sebelumnya pada Senin (15/6) lalu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang, Amasrul memastikan bahwa ada BST tahap II dari Pemko Padang untuk keluarga terdampak Covid-19. Namun saat ini bantuan tersebut belum bisa dicairkan karena masih melengkapi surat pertanggungjawaban (SPJ) pencairan sebelumnya.
“BLT tahap dua ada, cuma kita lagi mengumpulkan SPJ tahap satu yang telah dicairkan. Setelah segala administrasi itu selesai, maka kita cairkan tahap dua,” ujar Amasrul.
Ia menegaskan, bahwa Pemko Padang akan tetap mendahulukan kepentingan masyarakat. Tak ada anggaran yang kurang. Bahkan kalau perlu katanya, pihaknya akan menstop dulu agenda pembangunan dan dialihkan dananya ke BST.
“Masyarakat tentu akan kita utamakan. Yang jelas nanti kalau semua pertanggungjawaban BST tahap satu selesai, kita cairkan yang tahap dua,” tukas Amasrul.
Selain itu, Kepala Dinas Sosial Kota Padang, Afriadi mengatakan, pihaknya menghimpun kembali data warga yang terdampak Covid-19 yang belum mendapatkan bantuan Covid-19.
“Ya, saya diperintahkan oleh pimpinan untuk mendata dan menghimpun lagi data-data warga yang ada di kelurahan yang masih tertinggal,” ujar Afriadi, Sabtu (27/6).
Menurutnya, setelah bantuan tahap I diberikan, masih banyak laporan dari warga yang belum mendapatkan bantuan Covid-19. “Ada warga yang pantas menerima tidak dapat, sebaliknya warga yang tidak pantas malah menerima. Ini yang akan kita data kembali,” sebut Afriadi. (tin)





