SAWAHLUNTO, METRO
Untuk mendorong pengembangan sektor pariwisata melalui sisi literasi, Komunitas Literasi Ombilin (KLO) menggelar sayembara menulis cerita rakyat, dengan mengangkat tema ‘Sawahlunto Sejuta Cerita Rakyat’. Kemudian, di satu sisi ke depan untuk memotivasi minat membaca masyarakat untuk mengetahui cerita rakyat yang ada di Kota Arang.
Dalam pelaksanaan sayembara, Komunitas Literasi Ombilin tidak membatasi peserta yang ikut berkontribusi untuk mengikuti lomba. Syaratnya, peserta hanya diwajibkan menuliskan cerita rakyat yang terkait dengan Kota Sawahlunto. Silahkan mengangkat berbagai cerita yang ada d I Kota Arang Sawahlunto ini.
“Penerimaan naskah cerita atas sayembara itu, akan dimulai 25 Juni dan berakhir 30 Juli. Sayembara itu dilaksanakan dalam dua kategori, yakni kategori untuk pelajar bagi SMP dan SMA, serta kategori mahasiswa dan masyarakat umum,” ungkap Ketua Komunitas Literasi Ombilin, Armadison, Kamis (25/6).
Armadison didampingi Sekretaris Komunitas Literasi Ombilin, Fadilla Jusman mengungkapkan, sayembara ini digelar sebagai wahana bagi pelajar dan masyarakat untuk mengalihkan fokus dari permasalahan pandemi covid-19.
Sambil menjalani new normal, terang Armadison dan Fadilla Jusman, pelajar dan masyarakat masih terus dapat berkarya dan berkontribusi terhadap pengembangan sektor pariwisata yang ada di Kota Sawahlunto.
Apalagi Sawahlunto dengan sejarah pertambangan batu bara yang kini dilabeli Unesco sebagai Warisan Budaya Dunia, memiliki 37 desa dan kelurahan yang tersebar pada 10 nagari, yang masih sangat kaya dengan cerita rakyat.
Cerita yang diangkat bisa cerita yang berkembang turun temurun, yang berasal dari masyarakat Sawahlunto, baik pada masa lampau maupun kini memuat kearifan lokal yang mengakar pada kultur. Jenisnya bisa dalam bentuk legenda, fable, cerita pelipur lara, cerita jenaka dan lainnya.
“Cerita rakyat sangat banyak, hanya saja belum terkumpul dan tertuliskan di atas kertas. Untuk itu Komunitas Literasi Ombilin menghimpun dari peserta sayembara. Insha Allah dari puluhan cerita yang terbaik nantinya akan dituangkan dalam buku kumpulan cerita rakyat Sawahlunto,” tambah Fadilla Jusman. (cr2)





