TANAHDATAR, METRO
Sempat berpamitan untuk memanaskan mobil, seorang pria 56 tahun pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) ditemukan tewas tergantung dalam garasi mobil miliknya di Jorong Koto Piliang Kenagarian Sumanik, Kecamatan Salimpaung, Kabupaten Tanah Datar, Selasa (23/06) sekira pukul 09.30 WIB.
Yang menyedihkan, korban berinisial JS ditemukan tewas tergantung oleh istrinya berinisial DS (54) yang merasa curiga, lalu mendatangi garasi mobil yang berjarak sekitar 100 meter dari rumahnya untuk memastikan kondisi korban. Saat berada di dalam garasi itulah, istri korban berteriak histeris melihat tubuh suaminya yang terbujur kaku tergantung.
Sontak, teriakan histeris istri korban membuat warga setempat berdatangan ke lokasi dan ikut menyaksikan korban yang tewas tergantung. Penemuan itupun membuat geger warga sekampung. Tak lama berselang, pihak Kepolisian yang mendapat laporan, langsung datang ke lokasi melakukan identifikasi dan olah TKP serta membawa jasad korban ke Puskesman untuk dilakukan visum.
Kapolres Tanahdatar AKBP Rokhmad Hari Purnomo melalui Kasubag Humas Iptu Desfiarta mengatakan, dari hasil pemeriksaan, sejauh ini tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Artinya, penyelidikan sementara, penyebab korban tewas karena gantung diri.
“Apa yang melatarbelakangi korban bunuh diri, itu belum bisa ketahui. mengatakan masih menjadi misteri. Menurut keterangan keluarga, almarhum tidak ada riwayat sakit, tidak ada masalah atau hal lain yang membuat almarhum mengambil jalan pintas mengakhiri hidupnya dengan gantung diri menggunakan seutas tali nilon,” kata Iptu Desfiarta.
Diceritakan Iptu Desfiarta, kejadian berawal sekitar pukul 08.00 WIB, korban berpamitan pada isterinya untuk memanaskan mobil di garasi mobil yang berjarak 100 meter dari rumah korban. Lama tak kembali, istri korban menyusul kegarasi mobil sekitar pukul 09.30 WIB dan melihat tubuh suami yang ia cintai sudah tergantung di dalam garasi mobil.
“Korban pertama kali ditemukan oleh istrinya DS yang menyusul korban ke garasi mobil karena terlalu lama memanaskan mesin mobil. Melihat kejadian saat itu ia langsung berteriak dan minta tolong kepada warga sekitar,” terang Iptu Desfiarta.
Iptu Desfiarta menjelaskan, dari hasil pemeriksaan luar di Puskesmas Salimpaung, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban dan mengeluarkan sperma di kemaluannya. Korban murni meninggal karena gantung diri.
“Keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi yang diperkuat dengan adanya pernyataan. Pihak keluarga mengaku ikhlas dan kemudian jasad korban diserahkan kepada keluarga untuk dikebumikan,” pungkasnya. (ant)





