BERITA UTAMA

Istri Dukun Cabul Diduga Lihat Ritual Aneh

1
×

Istri Dukun Cabul Diduga Lihat Ritual Aneh

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO–Dukun cabul Zul Fahmi (49), bersikukuh hanya berprofesi sebagai tukang jahit. Namun, pria asal Kototangah ini, tak mengelak jika banyak orang datang, terutama wanita meminta bantuan untuk menyelesaikan masalah rumah tangga, asmara suami dan istri.
Ketika menjalani pemeriksaan di Mapolsekta Kototangah, Rabu (2/11), Zul Fahmi menyebut, rata-rata pasien yang datang adalah meminta obat untuk kelangsungan pernikahan dan asrama.
Kapolsek Kototangah Kompol Jon Hendri mengatakan, penyidik sudah melakukan pemeriksaan saksi korban maupun keterangan dari warga di sekitar rumah pelaku Zul Fahmi. “Apakah pelaku benar-benar dukun masih diselidiki. Zul Fahmi tetap bungkam, dan menyebut hanya berprofesi sebagai tukang jahit. Tapi, ada saja orang datang untuk meminta berobat dan menyelesaikan permasalahan,” jelas Kompol Jon Hendri, Rabu (2/11).
Untuk mengungkap kasus dukun cabul, petugas akan memanggil dan memeriksa istri pelaku. Diduga, istri pelaku mengetahui ritual tidak senonoh yang dilakukan suaminya terhadap pasien wanita.
“Menurut pengakuan korban, FS (24), ritual aneh dan tidak wajar sempat terlihat oleh istri pelaku. Untuk itu,  keterangan dari istri pelaku dibutuhkan untuk pengembangan kasus ini. Kita mengimbau kepada masyarakat jangan mempercayakan ritual-ritual pengobatan yang melenceng tersebut,” ungkap Jon Hendri.
Sementara, korban FS sudah menjalani visum di RS Bhayangkara Polda Sumbar. “Hasil visum belum keluar. Nanti, visum digunakan untuk kelengkapan berkas kasus,” lanjutnya.
Dukun abal-abal ini diringkus di kediamannya Kompleks Puri Suma Kencana Blok A No2 Pasir Putih, Kelurahan Bungo Pasang, Kecamatan Kototangah, Senin (31/10) pukul 21.30 WIB.
Pencabulan itu berawal ketika FS dengan suaminya sering bertengkar. Tak ingin rumah tangga makin memanas, korban menceritakan persoalan itu kepada mamaknya. Jalan pintas ditemukan, yakni meminta bantuan dukun.
Di sinilah FS tertipu dukun cabul yang meminta korban melakukan sejumlah ritual aneh hingga hubungan intim hingga disodomi.
Pada 28 Oktober, FS mendatangi rumah dukun dan menceritakan semua persoalan rumah tangga. Pelaku kemudian mengiming-imingi korban, bisa membantu dan membuat rumah tangganya akur kembali.
Ibu muda itu, kemudian mengikuti apa yang diperintah. Korban disuruh ke kamar mandi untuk buang air, saat itu pelaku juga ikut masuk ke dalam kamar mandi, dan langsung memegang alat vital korban.
Korban kaget. Namun, dukun cabul ini berhasil menyakinkan korban jika ritual itu dilakukan untuk mengecek sejauh mana permasalahan yang dialami korban dengan suami.
“Pelaku mengatakan bahwa suami korban masih bisa dibuat akur kembali. Ketika itu, pelaku meminta uang sebesar Rp1,5 juta. Korban kemudian memberikan uang tunai Rp750 ribu kepada pelaku. Sisanya, ditransfer ke rekening isteri pelaku.
Keesokan harinya, pelaku kembali menghubungi korban untuk datang kembali ke rumah untuk diberi jampi-jampi. Tidak curiga, ibu muda ini mendatangi rumah dukun ini. Lagi, korban diajak masuk ke kamar. Korban disuruh oleh pelaku untuk membuka baju dan celana, hingga wanita ini tak memakai sehelai benangpun.
“Tanpa curiga, korban menuruti perintah pelaku. Melihat kemolekan tubuh korban, pelaku langsung bernafsu. Di dalam kamar itulah korban digarap dan korban mengaku jika pelaku juga menyodominya. Setelah itu, korban disuruh pulang untuk berhubungan badan dengan sang suami,” tutur Kapolsek.
Namun, siapa sangka jika ritual aneh yang disuruh dukun cabul itu diceritakan oleh korban kepada ibunya. Mendengar cerita putrinya, ibu korban taburangsang. Pihak keluarga langsung melaporkan ke Mapolsek Kototangah. (rg)