METRO PADANG

Pedagang Resah Basemen Blok II Banjir, Air Berwarna Hitam dan Bau

0
×

Pedagang Resah Basemen Blok II Banjir, Air Berwarna Hitam dan Bau

Sebarkan artikel ini

PASAR RAYA, METRO
Hujan lebat yang terjadi Senin (22/6) membuat basemen Blok II Pasar Raya Padang banjir. Kawasan itu dipenuhi air got berwarna hitam pekat hasil pembuangan limbah Pasar Raya.

Pantauan di lapangan, air menggenangi beberapa lorong. Sumber air ini ditenggarai karena bocornya got pembuangan dekat tangga menuju lantai 1. Pedagang grosiran sayur asal Alahan Panjang yang banyak menempati kios di sana menjadi resah. Sebab banyak sekali nyamuk yang berterbangan di sana pascabanjir.

“Beginilah nasib kami. Tiap hujan tiba, air got masuk semua ke sini. Baunya busuk dan airnya hitam pekat,” sebut Idas (45), salah seorang pedagang basemen.

Ia berharap, kawasan itu dibenahi oleh Dinas Perdagangan. Sebab untuk membangunnya harus memakai dana miliaran rupiah, namun sekarang jadi mubazir. Selain banyak yang bocor, sebagian besar kios-kios yang ada di sana, tidak ditempati pedagang. Bahkan ada satu lorong yang dijadikan diduga tempat nyabu bagi preman pasar.

“Kawasan ini tidak diperhatikan. Mungkin karena sebagian besar isinya adalah pedagang dari luar Padang,” tandas Idas.

Sarang Pungli
Tak hanya jadi tempat pembuangan air limbah pasar dan diduga tempat nyabu, kawasan basemen Blok 2 Pasar Raya Padang juga jadi sarang pungutan liar (pungli). Pedagang di sana, semuanya dipungli hingga Rp31 ribu sehari.

Salah seorang pedagang, Noni (43) mengatakan, rincian biaya yang dikeluarkan setiap hari yaitu, retribusi Dinas Perdagangan Rp4 ribu, uang malam yang dikutip preman Rp7 ribu.

Kemudian terangnya, ada uang parkir yang dikutip preman Rp15 ribu, uang lampu Rp5 ribu. “Yang parahnya adalah uang malam. Karena walau sudah dibayar uang malam, kami pedagang tetap kemalingan. Sebab yang jaga malam bukan trantib tetapi preman,” sebut Noni (43).

Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Andree Algamar mengatakan, dirinya akan segera melakukan pengecekan ke lokasi. Namun Andre menyebutkan, dua minggu sebelumnya, pihaknya bersama petugas kebersihan pasar sudah melakukan pembersihan di lokasi. “Nanti kita cek. Dua minggu lalu sudah kita bersihkan,” tandasnya. (tin)