BERITA UTAMA

Sibinuang Seret Ayla 15 Meter, Pengemudi Terjepit

0
×

Sibinuang Seret Ayla 15 Meter, Pengemudi Terjepit

Sebarkan artikel ini
Sebuah mobil Daihatsu Ayla BA 1054 QQ hancur setelah ditabrak Kereta Api (KA) Sibinuang di perlintasan rel kereta di Jalan Adinegoro, Kelurahan Padangsarai, Kecamatan Kototangah, Padang Senin (24/10) sekitar pukul 10.30 WIB.

PADANG, METRO–Kereta Api (KA) Sibinuang kembali memakan korban. Pengemudi mobil Ayla BA1054 QQ, luka-luka setelah kendaraannya ditabrak KA di perlintasan rel kereta di Jalan Adinegoro, Kelurahan Padangsarai, Kecamatan Kototangah, Senin (24/10) sekitar pukul 10.30 WIB.

Seketika, Enida (43) bersama mobilnya terseret hingga 15 meter dari persimpangan itu, Mobil Ayla ditemukan ringsek. Saat diselamatkan, warga Jalan Utama II Blok J2 /6 RT 03/RW 03 Pampangan, Kecamatan Padang Selatan ini, ditemukan sudah terjepit di dalam mobil.

”Korban mengalami luka berat di kepala dan dibawa ke RS Bhayangkara,” ungkap Kapolsek Kototangah Kompol Jon Hendri.

Tabrakan KA Sibinuang yang terus berulang itu, berawal saat mobil Ayla datang dari arah Padangpariaman berbelok memasuki simpang SAR. Korban diduga tidak mengetahui kereta api akan lewat. Dalam hitungan detik saja, KA Sibinuang langsung menyambar mobil berwarna silver.

Kecelakaan tidak bisa dielakan, mobil korban terseret hingga sejauh 15 meter dari lokasi tabrakan pertama. Warga berdatangan ke lokasi untuk mengevakuasi korban. Namun, warga sempat kesulitan mengeluarkan korban dari dalam mobil karena terjepit.

Berselang beberapa menit, dibantu oleh petugas kepolisian dan SAR akhirnya korban berhasil dievakuasi dari dalam mobil tersebut. Setelah dievakuasi, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar.

Menurut saksi mata, Ujang (53), mengatakan korban mengalami luka serius hingga langsung menghembuskan nafas terakhirnya. Melihat kejadian itu, masyarakat sekitar langsung mengevakuasi korban dan berkoordinasi dengan kepolisian.

”Setelah mengeluarkan korban dari dalam mobil, korban langsung dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans Basarnas. Diduga korban tidak mendengar adanya kereta api yang akan melintas padahal warga sudah menyoraki, tapi mobil tetap melaju,” terangnya.

Mendapat laporan adanya kecelakaan, jajaran Polsek Koto Tangah langsung mendatangi tempat kejadian peristiwa (TKP). Di lokasi TKP, pihak kepolisian langsung mengatur lalulintas yang sempat macet akibat beberapa pengendara yang melintas di lokasi  berhenti melihat kejadian.

Namun kondisi itu tidak berlangsung lama, jajaran Polsek Kototangah langsung mengatur lalulintas agar kemacetan tidak berlatut lama. Selanjutnya, petugas langsung melakukan olah TKP dan mencatat identitas korban dan saksi mata.

Titin (34), saksi mata lain mengungkapkan, kejadian begitu cepat dan beberapa warga lain telah mencoba memberikan peringatan kepada korban namun tidak mendengar. “Bahkan kereta api telah membunyikan klaksonnya beberapa kali namun korban tidak mendengarnya. Mungkin karena kaca mobil korban yang tertutup,” tuturnya.

Kapolsek Kototangah Kompol Jon Hendri, menyebut kasus kecelakaan kereta api makin rawan terjadi perlintasan KA di Kototangah.

Jon Hendri menghimbau, agar pengendara yang melintasi rel kereta api tanpa mengunakan plang pintu terus berhati-hati. Diharapkan menurunkan kaca mobil saat melewat kawasan tanpa palang pintu. ”Jangan mendengarkan musik saat mengemudi, lihat kiri dan kanan ketika melewati rel kereta api tanpa plang pintu. Tetap selalu berhati-hati dan jangan tutup kaca mobil ketika melintas,” pungkasnya. (rg)