PESSEL, METRO
Kabid Propam Polda Sumbar Kombes Pol Edi Suroso didampingi Kapolres Pesisir Selatan AKBP Cepi Noval turun ke lapangan meninjau persiapan pembentukan Kampung Tangguh, di Nagari Koto Rawang, Kecamatan IV Jurai, Pesisir Selatan. Senin (15/6). Rombongan Propam Polda sempat berbincang-bincang langsung dengan salah seorang warga mengembangkan Kopi Mancakau.
Kombes Pol Edi Suroso, dihadapan Wali Nagari Koto Rawang Derijol mengapresiasi inovasi warga Koto Rawang telah menggali potensi nagari dengan mengolah kopi sehingga menjadi bubuk kopi. Produksi kopi mancakau, harus benar-benar bisa dikelola seoptimal, sehingga bisa membantu ekonomi masyarakat yang ada disini dan dipromosikan keluar.
Wali Nagari Koto Rawang Derijol mengatakan, luas lahan perkebunan kopi di nagarinya sekitar 30 hektare. Dengan lahan seluas itu, mampu menghidupi sedikitnya 150 kepala keluarga (KK) petani. Dengan produksi bubuk Kopi Mancakau, telah berhasil meningkatkan penghasilan petani lima kali lipat.”Petani menjual bubuk kopi Rp75 ribu per kilogram, sementara bijinya hanya Rp25 ribu,” kata Derijol.
Diceritakan, usaha merintis produksi bubuk kopi sudah dilakukan semenjak tahun 2018 lalu. Waktu itu dimulai dengan melakukan pelatihan pada petani. Tahun 2019, mulai dibuat kemasan dan merek, hingga di-launching hari ini.
Ia optimistis kopi iin mampu bersaing di pasar, karena aroma kopi produksi nagarinya memiliki sensasi yang khas.”Yang istimewa, rasanya akan berubah menjadi wangi durian jika biji kopi dipanen bersamaan dengan musim durian,” kata Derijol.
Kapolres Pesisir Selatan AKBP Cepi Noval mengatakan, ditunjuknya Nagari Kampung Koto Rawang, Kecamatan IV Jurai, karena kesiapsiagaan melawan penyebaran Covid-19, serta tangguh dalam penguatan pemberdayaan masyarakat, khususunya dalam ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19.
Untuk kampung Tangguh, Kasat Binmas menerangkan ada dua lokasi akan dijadikan lokasi Kampung Tangguh, pertama potensi kesiap siagaan melawan penyebaran Covid -19 dan potensi perkebunan Kopi Mancakau di Nagari Koto Rawang, Kecamatan IV Jurai dan Nagari Batu Hampar Selatan, Kecamatan Koto XI Tarusan dengan potensi usaha masyarakat krupuk pisang, perkebunan dan pertanian.
Adil (35) salah seorang warga setempat mendukung nagarinya dijadikan Pilot Projects lokasi Kampung Tangguh. Ini suatu kebanggaan bagi dirinya kampung nya terpilih sebagai rencana Kampung Tangguh. “ Kita bersama warga yang lain, siap mendukung pembentukan kampung tangguh,” ujar Adil.
Usai melakukan kunjungan ke Nagari Koto Rawang, Kecamatan IV Jurai, rombongan melanjutkan ke daerah Bayang, Kecamatan Bayang untuk melihat lebih dekat pengembangan budi daya perkebunan, jeruk. (rio)





