PESSEL, METRO
Pemkab Pesisir Selatan sedang mengembangkan konsep pariwisata halal dan premium. Hal ini dilakukan guna menjadikan Pesisir Selatan sebagai lokomotif kunjungan wisatawan. Untuk, itu Pantai Carocok Painan sedang dibangun masjid terapung.
Bupati Pessel, Hendrajoni mengatakan, pembangunan masjid di kawasan Pantai Carocok Painan, merupakan salah satu bukti Pessel konsisten dengan pariwisata halal. Pihaknya berharap, masjid terapung di Pantai Carocok Painan, dapat menjadi kebanggaan masyarakat Pessel serta menjadi ikon pariwisata daerah tersebut.
Hendrajoni menjelaskan, pembangunan masjid terapung, merupakan upaya untuk melayani pengunjung wisata khusus yang beragama Islam dalam menunaikan ibadah. “Kita harapkan semua pengunjung ketika datang ke kawasan Pantai Carocok Painan, pelaksanaan ibadahnya tidak terganggu,” sebutnya.
Selain itu terang Hendrajoni, untuk mensinergikan antara konsep pariwisata halal tersebut, dibangun jalan wisata. Dimana akan mengabungkan dua konsep, wisata pantai (alam) dan wisata halal.
Ia menjelaskan, bahwa pembangunan jalan wisata dimulai dari jalan lingkar Salido Ketek menuju kawasan objek wisata pantai Carocok Painan (mengelilingi Bukit Langkisau). Termasuk menjadikan lokasi wisata Mandeh sebagai pariwisata premium.
“Jalan ini nantinya menyatukan konsep wisata pantai dan konsep wisata halal,” ujar Hendrajoni, Jumat (12/6).
Selain itu terang Hendrajoni, Pemkab Pessel sedang menjadikan Kawasan Wisata Mandeh sebagai pariwisata premium. Dengan harapan, kunjungan wisatawan ke Pessel kembali menggeliat kembali, di tengah penerapan new normal.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pessel, Era Sukma Munaf menambahkan, pembangunan masjid terapung direncanakan akan menghabiskan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 27,5 miliar. “Pelaksanaannya dengan sistem multiyears tahun 2019 dan 2020,” kata Era Sukma Munaf. (rio)





