SAWAHLUNTO, METRO
Museum gudang ransum Kota Sawahlunto tahun ini mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan Peninggalan Bersejarah dan Pemusiuman Kota Sawahlunto melalui Kasi Permusiuman Risnawati ketika dihubungi via whatsapp.
“Dana DAK tersebut terbilang cukup besar, yakni Rp 1,3 miliar untuk operasional museum,”ujar Risnawati.
Menurutnya dana tersebut diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk semua musium yang ada di Indonesia dan memiliki data yang lengkap.
“ Dana tersebut digunakan untuk rehab musium berskala kecil, kegiatan publikasi dan juga pemeliharaan koleksi musium,” jelas Risnawati.
Dia juga menambahkan bahwa Museum Gudang Ransum Kota Sawahlunto telah dua kali mendapatkan dana DAK. Pada tahun 2019 DAK yang diterima sebesar Rp900 juta. Dan untuk tahun 2020 ini terbilang besar sebab musium gudang ransum sudah naik tipe menjadi tipe B dari tipe C. Sehingga mempengaruhi dana DAK yang diperoleh secara otomatis.
“Alhamdulillah dana ini akan membantu kita memperbaiki kebutuhan dari Museum Gudang Ransum, sehingga bisa menambah minat pengunjung,” kata Risnawati. (cr2)





