PADANG, METRO
Mengawali fase transisi menuju penerapan tatanan normal baru atau pola hidup baru (new normal) di tengah pandemi virus corona (Covid-19), Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah melakukan peninjauan ke beberapa sektor terkait.
Seperti kali ini meninjau pusat perbelanjaan dan hotel-hotel yang ada di Kota Padang.
Seperti diketahui, Kota Padang baru-baru ini telah mengakhiri masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap III dan mengambil sikap untuk menjalani masa transisi menuju new normal dari 8-12 Juni 2020.
“Kali ini kita mengunjungi beberapa sektor terkait diantaranya seperti Transmart Padang dan juga Basko Hotel.
Alhamdulilah, setelah kita tinjau langsung manajemen terkait sudah memahami dan mempersiapkan segala sesuatunya sesuai dengan protokol Covid-19,” ujar Mahyeldi saat peninjauan, Senin (8/6).
Mahyeldi mengatakan, untuk menyongsong penerapan tatanan normal baru atau pola hidup baru di Kota Padang, pihaknya sudah membuat Perwako. Perwako itu akan terus disosialisasikan yang nantinya bakal ditindaklanjuti dengan melahirkan Peraturan Daerah (Perda). Upaya ini untuk pengaturan hingga sanksi tegas bagi warga yang melanggar protokol Covid-19 di masa pemberlakuan new normal.
Mulai kemarin ungkapnya, Pemko Padang melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait sudah mulai mensosialisasikan Perwako No.49 Tahun 2024 tentang Tatanan Pola Hidup Baru itu kepada seluruh stakeholder terkait dan juga seluruh warga Kota Padang.
“Mudah-mudahan, insya Allah, Perwako ini dapat dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan semua masyarakat sehari-hari. Semoga dengan itu kita sama-sama bisa menekan dan mengendalikan penyebaran Covid-19 di kota yang kita cintai ini,” tandas Mahyeldi.
Mahyeldi mengungkapkan, saat ini kawasan Pasar Raya Padang masih menjadi salah satu klaster penyebaran Covid-19 yang tengah ditangani secara serius ke depan. Pihaknya pun melalui Dinas Perdagangan yang didukung elemen terkait akan terus melakukan pencegahan penyebaran virus tersebut secara optimal dan berkelanjutan.
Untuk di kawasan Pasar Raya Padang terangnya, sudah melakukan tes swab kepada lebih dari 2.000 pedagang sampai saat ini. Pemeriksaan ini akan dilanjutkan terus sesuai pesan Gubernur Sumbar dan juga dukungan dari pihak Labor Universitas Andalas (Unand).
“Karena perlu kita ketahui bersama, dengan semakin maksimalnya kita melakukan tes swab, maka tentu semakin jelaslah mana yang positif dan negatif. Sehingga akan memberikan keamanan dan kenyamanan bagi siapa saja yang beraktivitas di sana. Alhamdulillah, sampai saat ini kita sudah melakukan tess swab kepada sebanyak 14.000 orang total semuanya di Kota Padang,” tandasnya.(tin)
Mahyeldi optimis dengan semua upaya yang dilakukan saat ini dan ke depan, akan memberikan dampak positif terutama rasa aman bagi kehidupan warga Kota Padang dalam beraktifitas. Apalagi saat memasuki fase new normal nantinya.
Dengan demikian penyebaran Covid-19 pun akan terus semakin ditekan dan dikendalikan.
“Itu makanya, dengan meningkatnya jumlah orang yang kita swab itu merupakan sesuatu hal yang bagus. Alhamdulillah, berkat keseriusan dalam menangani penyebaran Covid khususnya di Pasar Raya Padang, kita juga mendapat apresiasi dari Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia,” bebernya.
Mahyeldi berpesan kepada seluruh warga masyarakat Kota Padang dan stakeholder terkait, diharapkan menjalankan aktivitas sesuai protokol Covid-19 yang ada dalam Perwako No.49 Tahun 2020. Sesuai protokol Covid-19 dan juga Perwako, semua pihak harus disiplin menjaga semua aturan yang mengatur segala sesuatunya.
“Mulai dari memakai masker kemana bepergian kalau bisa dibarengi alat pelindung diri (APD) lainnya. Cuci tangan pakai sabun/hand sanitizer sesering mungkin, jaga jarak (social distancing/phsycal distancing) dan menjaga ketahanan atau imun tubuh. Insya Allah dengan itu semua kita akan terhindar dari penyebaran Covid-19 dan virus ini akan kita tekan dan kendalikan,” ucapnya. (tin)





