KURANJI, METRO
Pemko Padang menerima satu unit mesin incinerator (alat pemusnah medis) dari Himpunan Bersatu Teguh (HBT) dan masyarakat Tionghoa Peduli Covid-19. Bantuan mesin tersebut diserahkan di RSUD Dr Rasidin, Jumat (29/5).
Bantuan secara simbolis diterima Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penangganan Covid-19 Kota Padang. Tuako HBT, Andreas Sjofiandi melalui teleconference mengatakan, sebelumnya tidak bisa hadir dalam penyerahan secara langsung pada kegiatan penyerahan mesin incinerator tersebut.
“Kami masyarakat Tionghoa akan selalu mendukung program-program Bapak Wali Kota Padang dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Padang,” kata Andreas yang dihadiri beberapa tokoh HBT, Sulaiman Kayo, Suriadi Halim, Lawira, Dadang, Nanang Kosasih dan masyarakat Tionghoa lainnya.
Ia menambahkan, limbah medis di Sumatera semua dibawa ke Jakarta. Artinya kalau kita bawa limbah medis ini dibawa ke Jakarta akan melewati antar provinsi dan antar pulau bisa minimbulkan masalah baru.
“Maka dari itu, kami berpikir di Sumbar khususnya Kota Padang, harus punya pengelolaan limbah medis, agar tidak dibawa lagi ke Jakarta. Dengan adanya mesin incinerator bisa mengatasi limbah medis,” terangnya.
Ke depannya, menurut Andreas, dirinya bersama masyarakat Tionghoa juga akan memikirkan bagaimana bisa mengelola limbah medis secara skala besar. “Sehingga seluruh permasalahan limbah medis bisa diselesaikannya,” ungkap Andreas yang diamini oleh Humas HBT, Martin Makmur.
Sementara,Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah berterima kasih atas bantuan mesin pemusnah limbah medis dari HBT dan masyarakat Tionghoa Peduli Covid-19.
“Bantuan ini adalah jangka pendek dan jangka panjang yang dibutuhkan oleh Sumatera Barat maupun Sumatera. Mesin incinerator pertama di Kota Padang dan Kota Pekan Baru ini, sangat strategis untuk persiapan kesehatan masyarakat yang lebih baik,” beber Mahyeldi.
Menurut Mahyeldi, alat pembakar limbah tersebut sangat dibutuhkan. Pasalnya, mesin incinerator mengefektifkan penghancuran limbah medis di rumah sakit daerah itu. Termasuk juga limbah medis eks penanganan pasien Covid-19.
“Dengan bantuan ini, RSUD Rasidin Padang yang pertama di Sumatera Barat menggunakan alat ini. Setahu saya, incinerator ini baru ada di Pekanbaru dan Padang untuk di Pulau Sumatera,” sebutnya.
Buya, sapaan Wali Kota Padang itu, lebih lanjut mengulas mesin incinerator bantuan tersebut memang masih berkapasitas kecil. Pihaknya berupaya untuk bisa mengadakan mesin incinerator yang berkapasitas lebih besar ke depan. “Incinerator ini berkemampuan membakar limbah 50 kilogram per jam. Ke depan tentu kita berupaya mengadakan yang berkapasitas lebih besar,” tandasnya.
Turut hadir pada penyerahan mesin incinerator tersebut, Asisten 1 Setko Padang, Edi Hasymi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Mairizon, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Kota Padang, Amrizal Rengganis. (fan)





