SAWAHLUNTO, METRO
Memastikan informasi mengenai lockdown di Desa Sikalang, Kecamatan Talawi yang tersebar di media sosial (medsos), memicu Wali Kota Deri Asta mengunjungi perbatasan desa tersebut, Selasa (26/5). Kunjungan tersebut untuk memastikan apakah desa tersebut malakukan sistem lockdown secara mandiri desa mereka.
Wali Kota Deri Asta didampingi Kapolres Sawahlunto AKBP Junnaidi Nur SIK dan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid 19 langsung berkoordinasi dengan aparat setempat mengenai kondisi lockdown yang tersebar di medsos terhadap Desa Sikalang ini.
Kepala Desa Sikalang Edi Nerwin Daulay menginformasikan bahwa mereka tidak melakukan lockdown seperti yang tersebar di medsos. Tetapi pengetattan terhadap pengawasan di perbatasan Desa Sikalang, bila warga ingin keluar atau ada yang masuk desa harus memberikan informasi keperluan dengan jelas. Jikalau tidak mendesak sebaiknya tetap didalam atau yang ingin masuk silahkan balik lagi.
Ini terkait dengan terkontaminasinya sekitar 84 warga dengan pasien yang terdeteksi Covid-19 yang juga merupakan tokoh masyarakat mantan Kepala Desa Sikalang pada malam takbiran di saat pembagian zakat fitrah dan yang juga telah kontak dua minggu sebelumnya. “Jadi istilahnya kami menjaga agar Covid-19 ini tidak tersebar lebih luas lagi, “ ujar Edi.
Dan pihaknya juga menyediakan sekolah TK dan TPA milik desa untuk masyarakat Desa Sikalang yang dpulangkan kemarin sebanyak 12 orang dari karantina di BDTBT. Di mana tempat isolasi Desa Sikalang ini dijaga ketat Linmas untuk pengaturan makan dan pakainnya. Dan hari ini selasa 26 mei 2020 akan diangkut lagi ke 12 nya oleh tim gugus tugas untuk pengambilan tes swab di BDTBT.
Dia juga menjelaskan kepada wali kota untuk sementara mengenai kebutuhan pokok masyarakat Desa Sikalang masih terpenuhi satu minggu kedepan di seputar warung, kedai dan minimarket yang ada di sikalang.” Untuk kebutuhan sayur mayur kita mendatangkan mobil mobil penjual sayur diperbatasan dan silahkan warga berbelanja. Untuk produksi UMKM masyarakat yaitu tempe, tahu dan tauge yang telah telanjur di produksi untuk dijual di pasar Talawi akan kita bantu pengantarannya oleh perugas, dan sisanya akan dibantu petugas penjualannya diseputar Desa Sikalang juga,” jelasnya.
Mengenai kendaraan yang melalui Sikalang untuk ke Talawi dan sebaliknya ke arah Sawahlunto boleh lewat saja, tidak mampir. “ Untuk Perusahaan Tambang, PLTU dan PT Kharisma sudah dihubungi dan mereka telah merumahkan karyawannya yang berasal dari Desa Sikalang sampai tes swab ini selesai. Tapi misalnya Pimpinan Perusahaan mau menjamin para karyawannya kita izinkan untuk keluar sampai perbatasan, tapi kalau untuk keluar kota kita tidak izinkan,” ujarnya.
Mendengar hal tersebut wako memberikan arahannya terkait situasi ini. “Berarti kita tidak lockdown seperti berita yang tersebar di medsos tetapi adalah PSBB Selektif, sebab kalau lockdown semuanya segi benar benar dikunci dengan erat,” ujar Deri.
“Untuk masyarakat yang telah terkontak dengan pasien covid 19 tersebut sebaiknya lakukan isolasi mandiri dengan ketersediaan ruangan yang memang untuk dia sendiri sebelum selesai pelaksanaan tes swab,” papar Deri.
Dia memberikan apresiasi dan antusiasme baik terhadap aksi cepat tanggap aparat Desa terhadap situasi saat ini. Sekretaris Gugus Tugas Adriyusman menjelaskan, mengenai kondisi dan situasi dari pasien terdeteksi Covid 19.
“Saat ini keduanya berada di BDTBT tempat karantina yang telah disediakan oleh kementerian ESDM, tidak benar mereka isolasi mandiri dirumah. Sejak penjemputan sampai sekarang masih dikarantina. Karena keduanya termasuk OTG maka diruang karantina saja tidak dibawa ke RSUD. Yang dipulangkan itu adalah 12 orang yang terkontaminasi pada malam takbiran tersebut, namun hari ini akan dijemput lagi untuk melaksanakan tes swab,” jelas Deri.
Dikesempatan itu Kapolres Sawahlunto juga menghimbau agar masyarakat lebih sering mengingatkan anak anak muda dan remaja agar tidak menganggap sepele virus covid 19 ini, sebab menurut anggota Polres yang patroli masih banyak remaja yang keluar dan berkelompok, ketika ditegur mereka menjawab “corona jauh pak.
“Kita ingatkan buat orang tua agar tetap membatasi anaknya keluar dan berkelompok sebab fisik anak muda memang kuat tetapi mereka adalah pembawa dan bisa menularkan kepada orang tua yang ada dirumah yang fisiknya lemah,” pesan Kapolres kepada warga Sikalang. Dan pihaknya juga akan ikut membantu dalam segi kamtibmas dan keamanan melalui Bhabinkamtibmasnya. (cr2)





