SOLSEL, METRO
Sebanyak 7.825 Kepala Keluarga (KK) dari Kelompok Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Solok Selatan (Solsel) dialokasikan menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Pemerintah Kabupaten setempat dengan anggaran yang bersumber dari Dana Desa atau Nagari. Total anggaran yang disediakan berdasarkan PMK 35/2020 adalah sejumlah Rp 14,084 miliar.
“Hingga Selasa (19/5), dari 39 Nagari di Solsel tercatat sudah 9 nagari yang menyalurkan BLT. Rabu direncanakan 5 nagari lagi. Terus berlanjut hari berikutnya. Namun, diakui tidak semua nagari yang bisa menyelesaikannya sebelum lebaran ini, masih ada tersisa 6 Nagari,” ujar Plt. Bupati Solsel H Abdul Rahman dalam laporannya ketika mengikuti video conference bersama Sekjen Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Anwar Sanusi dan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit di Kantor Bupati, Selasa (19/5).
Dia menjelaskan, jika tidak ada kendala, Insya Allah sebelum lebaran dapat diselesaikan 33 nagari. Dan 6 nagari lagi baru diselesaikan setelah lebaran, setelah penyaluran Dana Desa Tahap ke II diselesaikan. “Nagari yang membayar setelah lebaran, merupakan nagari yang penyaluran dana desa tahap II sudah selesai,” ujar Rahman.
Sementara Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa/Nagari Solsel, Zulkarnaini juga menjelaskan, bahwa dari 39 nagari, terdapat 33 nagari yang diyakini tuntas penyaluran Dana Desa sebelum lebaran. “33 Nagari Insya Allah selesai penyalurannya sebelum lebaran. Sedangkan 6 nagari lain masih dalam proses pengajuan dana desa Tahap II, karena dana Tahap I nagari tersebut sudah dibelanjakan. Namun masih terus diupayakan agar 6 nagari tersebut juga selesai sebelum lebaran,” kata Zulkarnaini.
Salah satu nagari yang menyalurkan BLT hari ini adalah Nagari Bokas Koto Baru. Wali Nagari Bomas Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu, Yuli Herman mengatakan, nagarinya sudah menyalurkan bantuan kepada 194 KK penerima BLT. Bantuan ini diserahkan hari ini (Selasa-red). “Alhamdulillah, kita baru saja menyalurkan bantuan kepada penerima BLT Dana Desa, bantuan ini diserahkan perwilayahan dengan pembatasan per jorong. Hal ini agar ada jarak antara sesama,”sebut Zulkarnaini.
Dijelaskannya, sebelum bantuan ini diserahkan, telah dilakukan pendataan ke rumah calon yang di usulkan untuk menerima BLT Dana Desa setempat, sebanyak 194 Kepala Keluarga (KK). “Dimana, sebelumnya telah diulang pendataan oleh tim pendata dari Relawan Satgas Covid-19, Nagari Bomas Koto Baru yang dilaksanakan 3 hari sebelum penetapan di musyawarah nagari, dengan mendatangi langsung kerumah-rumah calon Penerima BLT Nagari ini,” ungkap Zulkarnaini.
Untuk Nagari Bomas terkonfirmasi calon penerima Bansos berdasarkan basis Data Terpadu atau yang sekarang dikenal dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebanyak 220 KK tercatat sebagai penerima BPNT dan PKH. Selanjutnya, diusulkan 209 KK untuk calon penerima dana pusat, dari dana Provinsi 96 KK, APBD Kabupaten sebanyak 327 KK, kemudian Dana Desa 30 persen dari Dana Desa Nagari Bomas sebanyak 194 KK.
Maka dari kuota seluruh sumber Bansos Pandemi Covid-19, alhamdulillah warga Bomas hampir seratus persen menerima Bansos setelah dikurangi KK dari Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, Pensiunan, Karyawan BUMN, dan keluarga mampu, atau lainnya yang dianggap tidak bisa menerima. “Dari persentase penerima, hampir seratus persen warga kami menerima Bansos, setelah dikeluarkan yang tidak berhak menerima. Semoga ini mampu membawa manfaat bagi warga,”pungkasnya. (afr)





