Petugas BNNP Sumbar melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap urine Januar Bakri.
PADANG, METRO–Anggota DPRD Padangpariaman Fraksi Demokrat Januar Bakri mendatangi Kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat, Senin (10/10) sekitar pukul 10.00 WIB. Kedatangan anggota dewan itu untuk melakukan tes urine setelah beredarnya video dewan nyabu yang menjadi viral di media sosial.
Selain melakukan tes urine terhadap Januar Bakri, dua anggota dewan yang berasal dari Fraksi Partai Demokrat Basir dan Feporil juga dilakukan test urine. Ketiga anggota dewan itu didampingi langsung oleh Ketua DPC Partai Demokrat Padangpariaman Wirya Fansuri. Namun, Zul Efendi yang juga anggota DPRD Padangpariaman fraksi Partai Demokrat tidak bisa hadir karena sakit.
Tes urine berlangsung selama kurang lebih dua jam, yang dimulai pukul 10.00 WIB sampai dengan 12.00 WIB. Hasil tes urin dua anggota dewan ternyata negatif narkoba. Namun tes urine Januar Bakri, akan diumumkan setelah hasil tes rambut di Jakarta selesai, agar hasil tes narkoba lebih akurat dan valid.
Januar Bakri mengatakan perihal kedatangannya bersama partai datang BNNP Sumbar untuk membuktikan berita yang ada di media tersebut tidak benar, dan apa yang dilakukan ini merupakan itikad baik dari partai dalam menghadapi persoalan ini.
”Ketika video itu beredar, saya sebagai kader Partai Demokrat diminta untuk melakukan tes narkoba untuk pembuktian. Dan, saya siap untuk dites dan langsung mengikuti. Saya berusaha mematuhi mekanisme partai yang ada untuk menghadapi persoalan ini,” kata Januar.
Januar Bakri mengakui memang dia di dalam video yang telah menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat itu. Namun, pada saat itu ia tidak tau apa yang diisapnya yang ternyata narkoba.
”Itu kali pertama saya melakukannya, dan saya sama sekali tidak tahu. Saya tidak pecandu narkoba dan saya tidak pengedar. Untuk itu kita lihat nanti hasil tesnya, saya benar-benar tidak tahu kalau itu narkoba,” ujarnya.
Sementara Ketua DPC Partai Demokrat Wirya Fansuri mengatakan, apa yang dilakukan Januar Bakri merupakan langkah klarifikasi untuk mencari pembuktian terkait beredarnya video yang melibatkan salah satu kadernya. Pemeriksaan bukan terhadap Januar Bakri saja, tapi dilakukan kepada satu fraksi.
”Ini untuk menemukan fakta-fakta yang bisa membuktikan saudara Januar ini terbukti bersalah atau tidak, dan apa bentuk pelanggarannya. Untuk tes urine ini, dua anggota Fraksi Demokrat di DPRD hasilnya negatif. Tapi, hasil tes urine Januar Bakri belum diumumkan menunggu hasil tes rambut di Jakarta dan akan diumumkan sepaket,” ungkapnya.
Selain itu, Ketua BNNP Sumbar Ali Azhar mengatakan, BNNP mengapresiasi itikad baik Partai Demokrat yang membawa kadernya untuk tes urine. Rencananya, BNNP bersama kader Partai Demokrat Januar Bakri akan berangkat ke Jakarta, Senin pukul 14.00 WIB.
”Seluruh rangkaian tes akan dilakukan di BNN Pusat, agar hasilnya lebih valid dan akurat. Pemeriksaan sepenuhnya di Jakarta karena semua peralatan lengkap disana,” kata Ali Azhar.
Ali Azhar mengatakan, selain dilengkapi dengan fasilitas labor yang lengkap juga dilengkapi dengan ahli yang bisa meneliti keterlibatan seseorang dalam menyalahgunakan narkoba.
Ali Azhar menilai pemeriksaan yang dilakukan di Jakarta akan lebih netral sehingga para peserta yang tidak terlibat tentunya tidak akan khawatir menjalankan proses ini. “Untuk tes rambut biasanya dalam dua hari ke depan akan kita ketahui hasil terhadap pemeriksaan yang dilakukan BNN,” jelas dia.
”Dengan tes rambut ini, BNNP bisa mengetahui seseorang menggunakan narkoba dalam kurun waktu tiga sampai enam bulan. Tidak itu saja, pihaknya akan melibatkan psikolog dan ahli dalam pemeriksaan Sehingga dari gelagat, tabiat dan wawancara nantinya sudah bisa diketahui apakah orang ini ahli atau tidak mengonsumsi narkoba,” sebut dia.
Menurut dia dari hasil tes ini akan bisa ditentukan apakah mereka termasuk dalam jaringan narkoba, pemakai atau pecandu. ”Kalau setelah diperiksa mereka terlibat dalam jaringan tentu bisa dipidanakan, namun kalau masih coba-coba akan kita rehab,” ujar dia.
Sementara, untuk kader PDI Perjuangan Salman Hardani, hingga kemarin belum melakukan tes. Salman masih berada di luar kota.
”Kita akan memanggil kader PDI Perjuangan Salman Hardani setelah dilakukan pemeriksaan terhadap Januar Bakri. Kita sudah memanggil yang bersangkutan namun sepertinya belum bisa memenuhi panggilan BNNP,” ujarnya.
Terpisah, runtut beredarnya video itu, Polda Sumatera Barat telah meminta keterangan terhadap tiga orang terkait beredarnya video dugaan anggota DPRD Padang Pariaman menggunakan narkoba di media sosial itu.
”Sejak dibentuknya tim khusus kami telah meminta keterangan terhadap tiga orang. Dan siapa orang yang diperiksa, itu salah satunya adalah oramh yang ada di dalam video itu, Januar Bakri. Saat ini kita masih mengumpulkan data dan pembuktian” kata Direktur Res Narkoba Polda Sumbar, Kombes Pol Kumbul KS.
Untuk anggota DPRD Padangpariaman Fraksi PDI Perjuangan Salman Hardani yang juga berada di dalam video tersebut, Kumbul mengungkapkan jika Salman masih berada di Jakarta.
”Yang jelas kita akan lakukan pemeriksaan juga terhadap Salman Hamdani dalam waktu dekat ini. Untuk tim khusus ini terdiri dari Polda Sumbar, Polres Padangpariaman dan BNNP Sumbar terus melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut,” ujar Kumbul.
Kumbul menambahkan dari keterangan yang telah diperoleh dari Januar Bakri, pihaknya belum membeberkan hasilnya, karena masih membutuhkan keterangan dari Salman Hardini yang juga ada dalam video itu.
Sementara Kabid Humas Polda Sumbar AKBP Syamsi menyebutkan, dalam mengungkap kasus ini pihaknya masih menunggu hasil dari pemeriksaan yang dilakukan BNNP Sumbar. “Kalau terlibat dalam jaringan narkoba tentu dipidanakan namun kalau hanya pecandu dilakukan rehab, namun masih menunggu hasilnya,” pungkasnya. (rg)





