SOLOK, METRO
Dalam memperketat pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Solok melibatkan tokoh masyarakat. Selian itu juga melibatkan peran tokoh agama, apalagi dalam suasana bulansuci Ramadhan 1441 H. Peran tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat di setiap nagari untuk lebih disiplin menerapkan PSBB.
Diakui Bupati Solok Gusmal, pemerintah nagari perlu bekerja sama dengan para niniak mamak sebagai tokoh adat. Sehingga aturan yang berlaku tidak hanya sebatas seruan dari pemerintah saja. “Penerapan sanksi hukum untuk saat ini bisa kita pakai Pergub, jika belum ada Perbup sesuai dengan kondisi sekarang ini, dalam pelaksanaannya adalah tegas, keras dan selektif,” tambahnya.
Kemudian, di Kabupaten Solok hanya ada 2 kecamatan yang memiliki pasien positif Covid-19, yakni Kecamatan X Koto Diatas dan Kecamatan Pantai Cermin, meskipun demikian, Gusmal menegaskan PSBB berlaku pada seluruh wilayah, tanpa pengecualian.
Semua daerah tetap menjalankan PSBB sebagaimana pelaksanaan tahap pertama, artinya peluang-peluang yang mungkin ada sebagaimana arahan dari Gubernur Sumatera barat tentang pengecualian-pengecualian dalam pelaksanaan di suatu daerah (local wisdom) tidak diberlakukan.
“Pembedaan tidak mungkin kita lakukan karena akan menimbulkan masaalah baru seperti adanya perbedaan terhadap perlakuan hukum di suatu daerah, eksklusifitas dan kecemburuan sosial ditengah-tengah masyarakat,” katanya.
Untuk memaksimalkan pencegahan wabah covid 19, Gusmal juga mewacanakan akan melakukan pengelompokan orang berdasarkan umur, dimana kelompok orang dengan umur 50 tahun ke atas rentan dengan penyakit dan akan diserang penyakit serta akan mudah atau tinggi kemungkinan terserang Covid-19, kemudian kelompok orang dengan umur 50 tahun ke bawah memiliki stamina yang relatif kuat dan sehat. Jika dapat diakukan pengelompokkan ini diharapkan dapat mengurangi tingkat perkembangan dari Covid-19 di Kabupaten Solok.“kepada masyarakat agar menjaga kebersihan dan kesehatan setiap warga, dengan kondisi ini diharapkan dapat menekan tingkat perkembangan Covid-19 di Kabupaten Solok,” tutupnya. (vko)





