A YANI, METRO
Melalui aplikasi Instagram yang dilaksanakan secara jarak jauh, Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah dan Wali Kota Bengkulu, Helmi Hasan ceritakan pengalaman dalam menangani Covid-19 di daerahnya masing-masing, Kamis (14/5).
Kedua kepala daerah itu pada 22 Oktober 2019 lalu juga telah menjalin kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) dalam melaksanakan program-program keumatan dengan tujuan menghadirkan masyarakat yang relegius dan bahagia.
Sebelum memulai pembicaraan dengan Wako Bengkulu, Mahyeldi terlebih dahulu menyapa warga Kota Padang maupun perantau Minang yang berada di Kota Bumi Raflesia itu. Mahyeldi mengingatkan, warga Kota Padang maupun perantau Minang agar tetap menjaga kesehatan dan melindungi diri dari wabah Covid-19.
Ia meminta warga Kota Padang maupun perantau Minang untuk tidak pulang kampung dulu. Ini mengingat Sumatera Barat dan Kota Padang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
“Sebetulnya Pemko Padang tidak melarang warga Kota Padang atau perantau Minang untuk pulang. Tapi karena adanya wabah Covid-19 ini dan aturan pemerintah maka untuk sementara waktu para perantau agar menahan keinginannya untuk pulang,” ulasnya.
Dalam menangani wabah pandemi Covid-19, kata Mahyeldi, Pemko Padang telah menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako sebanyak 20 ribu paket kepada masyarakat. “Alhamdulillah, kita sudah menyalurkan bantuan kepada lebih dari 20 ribu kepala keluarga (KK) di Kota Padang berupa beras. Bantuan ini disalurkan dengan melibatkan 10 lembaga zakat,” tukasnya.
Ke depan terangnya, Pemko Padang juga akan memberikan santunan kepada para guru-guru TPQ/TQA dan para dai Kota Padang yang selama ini mereka diback up melalui APBD. “Melalui Baznas nantinya, kita akan memberikan santunan kepada guru TPQ/TQA dan para dai kepada sebanyak 21 ribu KK. Bantuan yang akan kita berikan nanti berupa sembako dan sejumlah uang,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan mengatakan, Pemko Bengkulu saat ini juga telah memberikan bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak sosial ekonominya berupa paket sembako. “Alhamdulillah, paket sembako berupa beras 20 kg dan 2 kardus mi instan itu kita antarkan langsung, door dan to door ke rumah masyarakat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19,” jelasnya. (tin)





