PESSEL, METRO
Ikatan Pemuda Pemudi Pinang Bungo (IP3B) tak tinggal diam saat pandemi covid-19 melanda Sumbar, khususnya Pesisir Selatan. Karena, langsung berdampak terhadap kehidupan perekonomian masyarakat yang mengharapkan upah atau pemasukan harian.
Karena itulah, Ketua Relawan Covid-19 IP3B Dafit Fanila Putra bersama tim bergerak ke kawasan Kampung Pinang Bungo, Nagari Jinang, Kampung Pansur, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pessel, kemarin. Puluhan paket sembako plus sirup untuk Lebaran langsung diterima warga yang sangat membutuhkan.
“Pandemi covid-19 yang melanda Indonesia dan salah satunya Provinsi Sumatra Barat, khususnya Pessel. Pemberlakuan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) adalah langkah yang diambil yang punya sisi positif dan negatif. Bantuan sembako adalah cara kami membantu warga dan pemerintah dalam situasi ini,” katanya.
Katanya, pandemi covid-19 dan diterapkannya PSBB di Sumbar tahap kedua ini tentu membawa dampak dan berakibat pada perekonomian masyarakat yang melemah. Jaringan Pengamanan Sosial (JPS) sebagai solusinya, salah satu nya Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp600.000/KK dari bulan April sampai Juni juga belum maksimal pencairannya.
“Ditambah pembagian beras sebanyak 140 ton sebagai bentuk solusi dari Kabupaten Pesisir Selatan terhadap covid-19 kepada masyarakat yang tidak merata dan menemui beragam Permasalahan. Kami rasa, bantuan dari pihak ketiga yang semakin banyak adalah solusi agar masyarakat aman dari ancaman kelaparan saat wabah melanda,” katanya.
Dafit meminta pemerintah, baik Pemkab Pessel maupun Pemprov Sumbar lebih teliti dan memastikan bantuan JPS sampai kepada warga yang membutuhkan. “Kami mendesak pemerintah menyegerakan pembagian bantuan kepada warga terdampak covid-19,” katanya. (r)





