BERITA UTAMA

Jenny, Pasien Positif Mulai Membaik

0
×

Jenny, Pasien Positif Mulai Membaik

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO
Pasien positif covid-19 di Kota Padang, Jenny Martinus yang diisolasi selama 16 hari di RSUP M Djamil Padang berhasil melewati masa kritisnya. Dari hasil wawancara Padang TV, Jenny yang merupakan warga Lubukbegalung mengatakan, kondisinya ini semakin membaik dan masih menunggu hasil tes swab keempat dan kelima.

“Alhamdulillah di hari yang ke-16 sekarang kondisi saya semakin pulih dan membaik. Jadi menunggu hasil swab keempat dan kelima. Kalau kembali positif, dirawat lagi dan kalau negative hasilnya seperti sebelumnya, baru dinyatakan sembuh,” katanya, Kamis (29/4) malam.

Jenny menceritakan, tidak tahu dari mana terjangkit virus covid-19. “Sebelumnya, saya juga sebagai bekerja pemantau pasien dalam pengawasan (PDP) dan ODP (orang dalam pemantauan) Puskesmas Pegambiran. Sekian banyaknya kami yang tes swab saat itu, hanya satu yang dinyatakan positif yang tinggal di jalan Kampung Melayu Pegambiran. Saya langsung sadar, berarti itu saya karena saya satu-satunya yang tinggal disana,” ungkapnya.

Ia menambahkan untuk sembuh dan pulih dari covid-19 harus dilawan dengan semangat. “Karena membentuk imun (kekebalan tubuh) yang tinggi melawan virus ini harus dengan semangat. Kalau kita ngedrop sama saja membunuh diri kita sendiri,” katanya.

Baca Juga  Walnag Keluarkan Surat Imbauan Patuhi Protokol Covid-19

Wanita yang bekerja di Puskel Pembantu Puskemas Penggambiran mengungkapkan, masa isolasi banyak diisi dengan ibadah dan mengingat Allah SWT. “Komunikasi dengan suami dan keluarga hanya melalui video call. Suami saya juga dinyatakan positif dan dirawat di Semen Padang Hospital (SPH),” terangnya.

Ia mengaku ada juga perlakuan yang kurang mengenakan dari tetangga di sekitar waktu dinyatakan positif. Termasuk yang mengucapkan kata-kata yang tak enak. “Saya harus berjuang untuk hidup dan menjalani fase berat ini. Alhamdulillah ada juga yang mensuport, mengirimkan obat herbal, makanan yang bisa meningkatkan imun tubuh, dan tidak tahu siapa yang mengirimkan baik berupa bantuan maupun semangat,” ungkapnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada tenaga medis yang telah merawatnya. “Tenaga medis yang luar biasa pengabdian dengan menggunakan APD (alat perlindungan diri) yang luar biasa gerahnya, melihat itu dan suport dari tenaga medis itu mematik semangat saya untuk sembuh,” imbuhnya.

Baca Juga  Lima Pekerja jadi Korban, Robohnya Jembatan Sikabu Lama Diselidiki Polisi

Jenny menuturkan di ruang isolasi dirinya dipantau CCTV dan sendirian, Ia melanjutkan covid-19 bukan aib dan merupakan wabah dunia dan tidak ditimbulkan hanya satu orang.

“Kami penderita covid-19 ingin sama seperti masyarakat biasa. Kami harap masyarakat tidak mengucilkan kami, saya terkena covid-19 sewaktu menjalani tugas. Jangan kucilkan kami dan rangkullah kami dan keluarga kami. Saya harapkan kepada masyarakat jangan berikan sanksi sosial bagi penderita covid-19,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Kota Padang Ferri Mulyani Hamid mengatakan, saat ini Jenny masih dirawat di RSUP M Djamil. Untuk kasus Jenny, awalnya ditemukan setelah screening kepada petugas kesehatan.

“Jenny merupakan tenaga sukarela Puskesmas Pegambiran, jadi bukan dia sumber penularan pertama,” ungkapnya.

Ia menambahkan, masyarakat jangan mendiskreditkan orang yang positif covid-19. “Seharusnya memberi dukungan moril agar mereka sembuh dan pulih dan jangan juga mengucilkannya apabila dia sembuh.” tukas Ferri. (cr1)