METRO PADANG

Pengemis Mulai Marak di Padang

0
×

Pengemis Mulai Marak di Padang

Sebarkan artikel ini

PADANG BARU, METRO
Memasuki sepekan Ramadhan dan di tengah pandemi corona, pengemis yang meminta-minta di perempatan lampu merah di Kota Padang mulai menjamur. Mereka tak hanya ramai meminta-minta di sore hari, tapi juga ketika siang di saat udara panas terik. Mereka ada yang memakai masker dan ada yang tidak.

Pantauan media ini di perempatan Padang Baru, aktivitas mengemis ini kerap terlihat. Para peminta-minta itu memakai celeng menghampiri setiap pengendara yang berhenti di lampu merah. Tak hanya orang buta bersama pemandu jalannya, terlihat juga anak-anak dengan pakaian kumalnya.

Pemandangan yang sama juga terlihat di simpang Bypass Ketaping Padang. Di sana, juga terlihat sejumlah peminta minta menyodorkan kantong plastik kepada pengendara. “Sekarang mereka (pengemis) sudah mulai ramai. Tak peduli corona, tetap saja mereka meminta-minta,” kata Budi (40), salah seorang warga.

Baca Juga  Andre Rosiade dan Bupati Sijunjung Benny Dwifa Resmikan Pasar Pematang Panjang

Kepala Dinas Sosial Kota Padang, Afriadi mengakui bahwa hingga kini memang masih ada pengemis yang meminta-minta di perempatan lampu merah. Namun jumlahnya tidak terlalu banyak.

Pihaknya, kata Afriadi telah sering melakukan razia dan membawa pengemis itu ke Dinas Sosial untuk membuat surat perjanian. Namun tetap juga mereka nekat dan kembali lagi meminta-minta.

Saat ini, kata dia, sudah ada Perwako yang melarang pengendara memberi sedekah di lampu merah karena hal itu membahayakan. “Kita imbau kepada semua warga, kalau mau bersedekah, jangan kasih kepada peminta-minta di lampu merah. Akan semakin banyak jumlahnya. Itu membahayakan,” tegas Afriadi.

Baca Juga  Andre Rosiade Jumpa Menteri Perdagangan, Jauh Tertinggal, Pasar Ulak Karang harus Direvitalisasi

Menurutnya jika ingin beramal, bisa melalui masjid atau langsung ke anak yatim serta orang orang tak mampu yang tak berprofesi sebagai peminta-minta di perempatan lampu merah. “Kalau mau bersedekah. Mau amalnya tinggi. Tak mau diumpat orang. Jangan bangga memberi di lampu merah,” katanya. (tin)